Jawa Pos Radar Madiun – Pemkab Magetan terus memperkuat potensi daerah di sektor industri kulit.
Langkah konkret diwujudkan melalui penandatanganan kerja sama dengan Politeknik ATK Yogyakarta, Rabu (5/11), di Ruang Jamuan Pendapa Surya Graha.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Magetan Sucipto mengatakan, kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari proses panjang yang sempat tertunda.
‘’MoU jenjang D3 Politeknik ATK ini sudah lama diproses, dan baru bisa terlaksana sekarang karena sebelumnya ada banyak kendala,” ujarnya.
Dalam kerja sama tersebut, pemkab mendapatkan tenaga pengajar dari Politeknik ATK.
Sedangkan pemkab bertanggung jawab atas tempat, mahasiswa, dan subsidi pendidikan.
Sucipto mengungkapkan alasan pemkab di balik kerja sama ini.
‘’Selama ini kulit mentah dibawa ke luar daerah seperti Yogyakarta, Garut, Sidoarjo, hingga Bali. Kami ingin nilai tambah dari industri kulit tetap di sini, bukan di daerah lain,” jelasnya.
Pada tahap awal, Politeknik ATK akan membuka Prodi Penyamakan Kulit (D3) dengan kuota 60 mahasiswa yang dibagi dua kelas.
Program ini menggantikan D1 yang sudah tiga tahun berjalan.
Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti menyambut baik kerja sama ini dan menilai langkah tersebut penting untuk menjaga keberlanjutan industri kulit lokal.
‘’Potensi kulit di Magetan luar biasa besar dan perlu terus dikembangkan agar tidak punah,” tuturnya. (ril/naz)
Editor : Mizan Ahsani