Jawa Pos Radar Madun - Semangat perjuangan para pahlawan berpadu dengan nuansa religius di Pesantren Baitul Qur’an Al Jahra Magetan (BQAM), Senin (10/11).
Ratusan santri, ustadz, dan ustadzah mengikuti upacara Hari Pahlawan yang sekaligus membuka rangkaian Milad ke-11 BQAM.
Upacara berlangsung khidmat di lapangan utama pesantren, ditandai dengan pembacaan doa untuk para pahlawan bangsa.
“Hari Pahlawan mengingatkan kita bahwa perjuangan hari ini bukan lagi dengan senjata, melainkan melalui ilmu dan Al-Qur’an,” ujar Ketua Dewan Pembina Yayasan BQAM Nur Wahyudi.
Menurutnya, momentum Hari Pahlawan dan Milad ke-11 ini menjadi refleksi perjuangan para pendiri BQAM dalam membangun lembaga pendidikan Qur’ani yang berkarakter dan berakhlak.
“Pesantren harus menjadi benteng moral bangsa. Santri adalah pahlawan masa depan yang menjaga nilai-nilai kebaikan,” tegasnya.
Selepas upacara, acara dilanjutkan dengan khitan massal yang dibuka dengan pemotongan tumpeng simbolis dan lomba hias tumpeng di asrama.
Kegiatan sosial tersebut diikuti puluhan anak dari berbagai daerah di Magetan dan sekitarnya, dengan layanan medis gratis dan bingkisan bagi peserta.
Rangkaian Milad ke-11 BQAM akan berlangsung selama sepekan, meliputi Khotmil Qur’an Bin Nadzor, Khotmil Qur’an Bil Ghoib 30 Juz, Go Clean, serta Senam dan Jalan Sehat.
Puncaknya ditutup dengan Tablig Akbar dan Munajat Milad pada Sabtu (15/11), menghadirkan KH. Dr. Muslih Abdul Karim.
Mengusung tema “Tumbuh dalam Iman dan Qur’an, Hidup dalam Kepedulian”, Milad ke-11 BQAM menjadi wujud komitmen pesantren untuk terus berkontribusi.
“Kami berharap masyarakat Magetan dan sekitarnya menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup dan sumber inspirasi kebaikan,” tutup Nur Wahyudi. (chi/naz/*)