Jawa Pos Radar Magetan – Rencana pemanfaatan Graha Pusat Literasi di Kecamatan Plaosan sebagai lokasi Sekolah Rakyat (SR) rintisan mulai menemukan titik terang.
Dinas Arsip dan Perpustakaan (Arpus) Magetan memastikan sejumlah bangunan di kompleks tersebut siap digunakan mendukung proses belajar siswa.
Kepala Dinas Arpus Magetan Suhardi mengatakan pembahasan sudah dilakukan bersama dinas sosial dan perangkat daerah lain untuk menentukan gedung paling memungkinkan dipakai.
Kompleks Graha Pusat Literasi memiliki beberapa bangunan dengan sumber pendanaan berbeda, baik APBD maupun APBN.
’’Untuk dua gedung bagian belakang yang bersumber dari APBD, kami persilakan digunakan untuk kegiatan sekolah rakyat,’’ jelasnya, kemarin (18/11).
Dua gedung di bagian depan yang dibangun menggunakan dana APBN juga memungkinkan dimanfaatkan, terutama sebagai ruang pembelajaran sementara.
Ruang-ruang tersebut sebelumnya pernah digunakan UNS dan telah disekat.
’’SR ini boarding school, sehingga kami menyarankan pembelajaran memakai gedung APBN di depan. Ruangannya sudah sesuai,’’ terangnya.
Meski begitu, Arpus tetap menunggu informasi detail mengenai kebutuhan ruang, jumlah kelas, dan jumlah siswa SR rintisan.
’’Nanti kami lihat situasinya. Jika dipakai sementara, kami tidak masalah,’’ imbuhnya.
Selain menyiapkan fasilitas gedung, Arpus juga menyiapkan penguatan koleksi buku untuk mendukung pembelajaran.
Identifikasi kebutuhan bahan bacaan akan dilakukan agar sesuai kurikulum dan relevan bagi peserta didik.
’’Yang jelas, kami mendukung penuh penguatan koleksi buku untuk siswa sekolah rakyat,’’ tegas Suhardi. (ril/her)
Editor : Hengky Ristanto