Jawa Pos Radar Magetan – Penataan kawasan Stasiun Magetan akhirnya berjalan setelah proyek tersebut dua kali gagal lelang.
Pekerjaan yang satu paket dengan pemeliharaan berkala Jalan Tebon–Stasiun Magetan senilai Rp 1,3 miliar itu kini dikebut dan ditargetkan rampung bulan depan.
Kepala DPUPR Magetan Muhtar Wakid menjelaskan, lelang sebelumnya gagal karena penyedia tak mampu memenuhi syarat pengadaan crane 45 ton.
Alat itu dibutuhkan untuk mengangkat monumen lokomotif yang direncanakan dipasang di area depan stasiun.
“Saat ini pekerjaan sudah bisa dilaksanakan dengan catatan pemasangan monumen kereta api ditunda,” ujarnya, Jumat (21/11).
Untuk sementara, pekerjaan difokuskan pada konstruksi pendukung kawasan.
DPUPR Magetan akan menggelar koordinasi lanjutan dengan KAI Daop 7 Madiun melalui pertemuan daring untuk membahas teknis pengerjaan di area stasiun.
“Sementara yang dikerjakan konstruksinya saja. Untuk teknis pemasangan monumen, kami komunikasikan lewat zoom meeting,” terangnya.
Muhtar menambahkan, pihaknya telah mengajukan permohonan hibah monumen kereta api kepada PT KAI agar dapat dipasang pada tahap berikutnya.
“Secara keseluruhan pekerjaan belum final, tapi kawasan sudah bisa digunakan. Untuk monumen kami agendakan tahun depan,” pungkasnya. (ril/her)
Editor : Hengky Ristanto