Jawa Pos Radar Madiun - Pentas Seni IIS PSM Magetan sukses menghadirkan perjalanan budaya antarnegara.
Ragam seni budaya yang dipentaskan menegaskan pesan identitas global yang tetap berakar pada luhurnya budaya Indonesia dan nilai-nilai islami.
Suasana GOR Ki Mageti mendadak semarak pada Sabtu (22/11) malam saat Islamic International School (IIS) PSM Magetan menggelar pentas seni STUDENITE 2.0 Students Unite, Dreams Ignite.
Tahun ini, pentas seni IIS PSM mengusung tema Harmony In Diversity: Young Indonesian For The World.
Direktur IIS PSM Magetan Puji Santoso menyebut pentas seni ini sebagai panggung sekaligus ruang tumbuh bagi semua peserta didik.
‘’Acara ini merayakan kreativitas dan dedikasi para siswa. Setiap anak memiliki kesempatan mengeksplorasi bakat dan ide mereka. Guru dan staf memberikan pendampingan maksimal, dan dukungan orang tua sangat berarti,” ujar Puji.
Rohmatul Umah, panitia sekaligus guru, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut melibatkan total 880 siswa dari TK hingga SMA.
Tidak hanya tampil, para siswa jenjang SMP dan SMA turut berada di balik layar sebagai tim produksi, mulai desain hingga operator IT.
’’Tujuan kegiatan ini memberi ruang bagi semua anak, bukan hanya yang pandai tampil, tetapi juga yang memiliki bakat di bidang teknis dan produksi,” terangnya.
Konsep acara dirancang sebagai perjalanan budaya ke berbagai negara, dimulai dari Indonesia lalu kembali lagi ke tanah air.
Pesan yang disampaikan jelas, yakni wawasan global harus berjalan seiring dengan identitas nasional.
Siti Nur Jamilatul Hasanah, guru di IIS turut menegaskan bahwa konsep tersebut sejalan dengan visi pendidikan sekolah.
‘’Pentas seni ini bukan sekadar pertunjukan. Ini proses pembelajaran karakter tentang identitas global, akhlak islami, dan cinta tanah air,” ungkapnya.
Pentas dibuka dengan adegan berisi pesan dari founder IIS PSM Magetan Dahlan Iskan dan Direktur Puji Santoso, yang mendorong siswa untuk memiliki visi global dan keberanian menjelajahi dunia.
Setelah itu, ragam pertunjukan mengalir satu per satu. Budaya Indonesia tampil lewat tari dolanan, angklung, perkusi, drama musikal, hingga medley lagu daerah.
Perjalanan berlanjut ke berbagai negara. Ada drama robotik yang menggambarkan bahwa sekolah telah beberapa kali meraih prestasi bidang tersebut di tingkat internasional.
Juga ada tarian banjari khas Arab Saudi, tari sufi dari Turki, flag dance dan paduan suara berbahasa Inggris, hingga Taekwondo dari Korea.
Sementara budaya Cina hadir lewat tari kipas, tari payung, dan barongsai. Ini sekaligus penghormatan kepada sejumlah alumni yang kini menempuh pendidikan di negara tersebut.
Pentas ditutup dengan adegan kepulangan ke tanah air, menampilkan seni nusantara seperti tari saman, vokal grup lagu Tanah Air, dan penampilan band penutup. Seluruh siswa menyatu di panggung disambut tepuk tangan para penonton.
‘’Semakin luas eksplorasi, semakin kuat pemahaman bahwa Indonesia tetap menjadi identitas utama,” jelas Siti. (ril/naz/*)
Editor : Mizan Ahsani