Jawa Pos Radar Magetan – Pemkab Magetan menegaskan komitmennya memprioritaskan sektor pendidikan, kesehatan, dan penguatan ekonomi dalam Rancangan APBD (R-APBD) 2026.
Penegasan itu disampaikan Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti dalam rapat paripurna pembacaan nota keuangan, Selasa (26/11).
Nanik menyebut penanganan inflasi dan penurunan angka stunting menjadi dua isu mendesak yang harus diprioritaskan.
’’R-APBD 2026 kami susun dengan mempertimbangkan prioritas utama masyarakat, termasuk penanganan inflasi dan stunting, meskipun masih ada beberapa kebutuhan yang belum dapat tertampung,’’ ujarnya.
Namun, penyusunan anggaran tahun depan tidak lepas dari tantangan.
Penurunan dana transfer keuangan daerah (TKD) dari pusat serta belum optimalnya kanal pembayaran pajak dan retribusi membuat pendapatan daerah diperkirakan tak setinggi tahun sebelumnya.
’’Penurunan dana transfer serta belum optimalnya aplikasi dan kanal pembayaran pajak dan retribusi menjadi tantangan dalam peningkatan pendapatan daerah tahun mendatang,’’ tambah Nanik.
Belanja daerah dalam R-APBD 2026 juga tercatat lebih besar dibandingkan pendapatan. Kondisi ini membuat Magetan harus menghadapi defisit anggaran.
Meski demikian, Nanik memastikan defisit dapat ditutup melalui pemanfaatan Silpa dan pembiayaan daerah.
’’Kami berharap R-APBD 2026 ini segera mendapatkan persetujuan bersama dan mampu menjadi instrumen penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Magetan,’’ tegasnya. (ril/her)
Editor : Hengky Ristanto