Jawa Pos Radar Magetan – Didik Haryono resmi menakhodai DPD Partai Golkar Magetan periode 2025–2030.
Penetapan dilakukan dalam Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Magetan yang digelar di Surabaya, kemarin (8/12).
Didik mengaku siap bekerja total membesarkan partai berlambang pohon beringin itu.
Target politik pun telah dipatok: mengembalikan Golkar ke kursi pimpinan DPRD Magetan.
‘’Ada tugas besar dari ketua DPD Golkar Jatim kepada saya dan semua pengurus, yakni mengembalikan Golkar ke kursi pimpinan DPRD. Itu bisa dicapai jika kursi Golkar naik dua atau menjadi tujuh pada pemilu mendatang,’’ ujarnya.
Didik menegaskan konsolidasi internal menjadi agenda awal.
Seluruh komponen Golkar bakal dirangkul dalam struktur kepengurusan sesuai kapasitas masing-masing.
Dia juga membuka ruang rekrutmen kader muda dan potensial yang siap maju sebagai caleg.
‘’Konsolidasi kami lakukan dengan merekrut seluruh komponen Golkar. Kami juga akan fokus merekrut pengurus baru, muda, dan serius untuk maju sebagai caleg,’’ jelasnya.
Dalam 100 hari pertama, Didik memprioritaskan pembenahan struktur organisasi, mulai tingkat DPD, kecamatan, hingga desa.
‘’Struktur ini tulang punggung partai dalam berperan bagi masyarakat,’’ ungkapnya.
Visi kepemimpinannya pun ditegaskan: Golkar harus lebih dekat dengan masyarakat, utamanya kaum muda dan perempuan.
Partai wajib menghadirkan manfaat yang dirasakan langsung rakyat.
Untuk memperkuat organisasi, Didik menyebut Golkar Magetan bakal dikelola dengan pola kekinian.
Transparansi, partisipasi, dan kesetaraan jadi roh penguatan internal.
‘’Kami akan mengelola partai dengan pola kekinian: transparan, partisipatif, dan setara untuk semua pengurus dan kader,’’ tuturnya.
Program konkret pun disiapkan untuk mengerek kepercayaan publik.
Mulai kegiatan sosial, kebudayaan, kepemudaan, hingga aktivitas yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
‘’Agar keberadaan partai dirasakan manfaatnya, kami melakukan kegiatan sosial, kebudayaan, kepemudaan, dan kegiatan yang langsung menyentuh masyarakat,’’ imbuhnya.
Didik menyebut dinamika politik Magetan cukup ketat.
Tidak ada kekuatan politik yang dominan. Kondisi itu menuntut kreativitas kader dalam melakukan pendekatan ke masyarakat.
‘’Semua punya kekuatan hampir sama. Ini menuntut pengurus partai kreatif melakukan pendekatan. Dan kami menyiapkan itu,’’ katanya.
Sebagai bagian dari generasi milenial, Didik memastikan ruang keterlibatan anak muda akan diperluas.
‘’Kami memberikan ruang luas bagi kaum muda agar partai bisa mengikuti ritme mereka,’’ ungkapnya.
Didik juga menegaskan komitmen pengelolaan organisasi yang transparan, komunikatif, dan adaptif.
‘’Dengan tata kelola kekinian itu, kami yakin Golkar mampu menjawab tantangan zaman,’’ ujarnya.
Sebagai partai pengusung bupati–wabup, Golkar Magetan bakal mendukung kebijakan pemerintah daerah.
Namun, sikap kritis tetap diperlukan agar kebijakan publik berjalan sesuai kepentingan rakyat.
‘’Kami akan mendukung kebijakan pemerintah, tetapi tetap bersikap kritis,’’ tegas Didik. (*)
Editor : Hengky Ristanto