Jawa Pos Radar Madiun - PT BPR Syariah Magetan (Perseroda) atau BPRS Magetan resmi menghadirkan dua layanan terbaru berupa Tabungan Arisan Syariah Magetan (Tarsyama) dan aplikasi mobile banking SYAR’INK.
Peluncuran tersebut diresmikan langsung oleh Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti di Pendopo Surya Graha Magetan, Jumat (12/12).
Acara launching dihadiri jajaran instansi pemerintah daerah, mulai dari para asisten hingga kepala organisasi perangkat daerah.
Kegiatan berlangsung semarak dengan pemaparan produk serta simulasi penggunaan fitur layanan baru yang diperkenalkan kepada tamu undangan.
Direktur BPRS Magetan Endah Kundarti mengatakan, peluncuran Tarsyama dan SYAR’INK merupakan bentuk dukungan konkret terhadap kebijakan pemerintah, khususnya dalam penguatan digitalisasi serta pengembangan layanan perbankan berbasis syariah.
“Ini bentuk kami mendukung pemerintah melalui digitalisasi dan arisan syariah. Program ini akan mulai kami pasarkan di 2026 dengan berbagai benefit, termasuk undian berhadiah spesial,” ujarnya.
Ia menjelaskan, aplikasi SYAR’INK dirancang untuk memudahkan akses layanan perbankan syariah melalui gawai.
Aplikasi tersebut dapat diunduh melalui Playstore dan dilengkapi beragam fitur, mulai dari cek saldo, mutasi rekening, transfer dana, hingga transaksi QRIS antar sesama BPRS Syariah.
“Harapan kami, aplikasi ini memudahkan seluruh nasabah dan meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada BPRS Magetan. Semoga semakin banyak masyarakat yang bergabung menjadi nasabah kami,” tambahnya.
Selain digitalisasi layanan, BPRS Magetan juga memperkenalkan Tarsyama sebagai produk tabungan berbasis arisan syariah.
Endah menjelaskan, produk ini menggunakan akad Mudharabah Mutaqah dengan sistem arisan kolektif dan penentuan penerima melalui undian bulanan.
“Kami ingin menghadirkan arisan syariah yang lebih aman, transparan, dan memberi nilai tambah bagi nasabah,” jelasnya.
Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti menyampaikan apresiasi atas inovasi yang dilakukan BPRS Magetan.
Ia menilai langkah tersebut sejalan dengan arah kebijakan pemerintah daerah dalam mendorong transformasi digital.
“Ini langkah strategis untuk memperkuat digitalisasi daerah. Dampaknya tentu pada efisiensi, efektivitas, dan transparansi dalam pengelolaan pendanaan daerah,” tegasnya.
Nanik juga menekankan pentingnya sinergi antara Pemerintah Kabupaten Magetan dan BPRS Magetan sebagai badan usaha milik daerah.
Ia mendorong seluruh perangkat daerah untuk turut memanfaatkan layanan yang telah diluncurkan.
“Kami apresiasi komitmen BPRS Magetan dalam memberi kemudahan akses perbankan bagi masyarakat maupun jajaran pemerintah. Mari kita bangun bersama sektor ekonomi yang semakin tumbuh bagi Magetan,” pungkasnya. (*)
Editor : Mizan Ahsani