Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Jelang 2026, Disnakkan Magetan Ingatkan Ancaman PMK Masih Ada

Aprilita Sari • Minggu, 14 Desember 2025 | 01:00 WIB
Petugas Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Magetan menyuntikkan vaksin PMK kepada ternak sebagai upaya pencegahan penyakit jelang 2026. AJI PUTRA/RADAR MAGETAN
Petugas Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Magetan menyuntikkan vaksin PMK kepada ternak sebagai upaya pencegahan penyakit jelang 2026. AJI PUTRA/RADAR MAGETAN

Jawa Pos Radar Magetan – Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Magetan menegaskan pentingnya kewaspadaan terhadap Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) menjelang pergantian tahun.

Meski kasus PMK di wilayah Magetan saat ini tercatat sangat rendah, upaya pencegahan tetap diperkuat.

Kepala Disnakkan Magetan drh Nur Haryani menyampaikan, berbagai program pencegahan dan pengobatan PMK telah diselesaikan sepanjang 2025.

Namun kondisi tersebut tidak bisa dijadikan alasan untuk lengah.

“Pada akhir tahun 2025 ini kita sudah menyelesaikan berbagai kegiatan pencegahan dan pengobatan PMK. Namun itu tidak bisa kita anggap hilang meskipun kasusnya sudah sangat rendah,” katanya.

Nur Haryani mengingatkan mobilitas ternak dari dan menuju Magetan masih berpotensi membawa penyakit, terutama jika hewan belum mendapatkan vaksinasi.

Karena itu, Disnakkan memperkuat vaksinasi PMK hingga tingkat desa sepanjang 2025.

Penguatan vaksinasi tersebut dibarengi dengan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) kepada peternak.

Selain itu, Disnakkan juga menyalurkan vitamin dan obat cacing melalui RT.

“Upaya ini diharapkan berlanjut hingga 2026 untuk memastikan kondisi ternak tetap sehat dan produktif,” imbuhnya.

Kabid Kesehatan Hewan Disnakkan Magetan drh Budi Nur Rochman menegaskan vaksinasi rutin menjadi pilar paling krusial dalam pencegahan PMK.

Untuk mempermudah layanan, Disnakkan membuka hotline 08113385000 bagi peternak yang ingin mendapatkan vaksinasi gratis.

Layanan tersebut dapat diakses kapan saja.

Sementara pelaksanaan vaksinasi dijadwalkan setiap hari Jumat bagi peternak yang belum mengikuti vaksinasi di desa masing-masing.

Hingga akhir 2025, Disnakkan Magetan mencatat sebanyak 92.300 dosis vaksin PMK telah disuntikkan kepada berbagai jenis ternak.

“Kami mengimbau peternak untuk memprioritaskan vaksinasi dua kali setahun dan menjaga kebersihan kandang. Dua langkah ini sangat penting untuk menjaga kesehatan ternak dan menekan risiko penyakit,” pungkasnya. (ril/naz)

Editor : Hengky Ristanto
#magetan #kesehatan hewan #penyakit mulut dan kuku #Vaksin PMK #vaksinasi ternak #pmk #disnakkan magetan #peternakan magetan