Jawa Pos Radar Magetan – Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Magetan merealisasikan sebanyak 92.300 dosis vaksin hewan sepanjang 2025 hingga Jumat (12/12).
Vaksinasi tersebut mencakup tahap pertama dan kedua untuk tiga komoditas utama ternak di wilayah Magetan.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan Disnakkan Magetan drh. Budi Nur Rochman mengatakan, distribusi vaksinasi tahun ini masih didominasi oleh ternak sapi.
’’Sekitar 60 persen untuk sapi, 20 persen babi, dan 20 persen kambing atau domba,’’ ujarnya.
Budi menjelaskan, realisasi vaksinasi pada 2025 mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya.
Hal itu dipengaruhi oleh berkurangnya populasi ternak serta penyesuaian alokasi vaksin dari pemerintah pusat.
’’Pemerintah pusat melihat kondisi populasi ternak. Karena itu, alokasi vaksin disesuaikan,’’ jelasnya.
Selain faktor populasi, Disnakkan Magetan juga mempertimbangkan efisiensi dan mutu vaksin.
Karena itu, pihaknya tidak menerima vaksin dalam jumlah berlebih yang tidak sebanding dengan kebutuhan di lapangan.
’’Kami tidak ingin menyetok vaksin terlalu banyak. Harapannya vaksin datang bertahap dan dalam kondisi baik,’’ tegas Budi.
Ia juga mengimbau peternak agar memanfaatkan layanan vaksinasi gratis yang disediakan pemerintah, dibanding menggunakan vaksin berbayar yang beredar di luar.
’’Kualitasnya sama. Jadi lebih baik menggunakan layanan resmi dari disnakkan,’’ katanya.
Menurut Budi, vaksinasi idealnya dilakukan dua kali dalam setahun guna menjaga daya tahan dan kesehatan ternak.
Jika jadwal vaksinasi di desa terlewat, peternak masih dapat mengajukan vaksinasi susulan.
’’Peternak cukup mendaftarkan kebutuhan vaksin melalui Hotline Layanan Disnakkan. Layanannya gratis,’’ pungkasnya. (ril/her)
Editor : Hengky Ristanto