Jawa Pos Radar Magetan – Kualitas hidup warga Kabupaten Magetan terus menunjukkan tren positif.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Magetan tahun 2025 mencapai 77,58, naik 0,81 poin atau 1,06 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Capaian tersebut menempatkan Magetan dalam kategori daerah dengan IPM tinggi.
Lebih dari itu, skor IPM Magetan juga melampaui rata-rata IPM Provinsi Jawa Timur yang tercatat sebesar 76,13.
Kepala BPS Magetan Mohamad Samsodin menjelaskan, kenaikan IPM tahun ini terutama ditopang oleh dimensi standar hidup layak.
Indikator tersebut tercermin dari meningkatnya pengeluaran riil per kapita masyarakat.
Pada 2025, pengeluaran riil per kapita warga Magetan tercatat sebesar Rp 13.515.000 per tahun.
Angka itu naik sekitar Rp 600 ribu atau 4,65 persen dibandingkan tahun 2024.
‘’Pertumbuhan ini jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan per tahun 2021–2024 yang hanya sebesar 2,96 persen,’’ tegas Samsodin.
Selain peningkatan daya beli, kualitas kesehatan dan pendidikan masyarakat Magetan juga menunjukkan perbaikan.
Umur Harapan Hidup (UHH) penduduk Magetan pada 2025 tercatat mencapai 75,76 tahun.
Sementara itu, Rata-rata Lama Sekolah (RLS) naik menjadi 8,84 tahun, meningkat dari 8,69 tahun pada tahun sebelumnya.
Harapan Lama Sekolah (HLS) juga mengalami kenaikan meski tipis, yakni menjadi 14,09 tahun.
BPS menilai, perbaikan pada tiga dimensi utama—kesehatan, pendidikan, dan standar hidup layak—menjadi indikator penting bahwa pembangunan manusia di Magetan bergerak ke arah yang lebih baik dan berkelanjutan. (ril/naz)
Editor : Hengky Ristanto