Jawa Pos Radar Magetan – Relokasi Pasar Hewan Pahingan Maospati tinggal menghitung hari.
Aktivitas pasar yang selama ini berada di Jalan Barat Maospati akan dipindahkan ke lokasi baru di Totok, tepatnya di belakang Puskesmas Maospati, mulai Minggu (21/12) mendatang.
Kepala Bidang Pasar Disperindag Magetan Kiki Indriyani mengatakan, relokasi dilakukan setelah seluruh pekerjaan di lokasi baru dinyatakan rampung.
Sebelum resmi beroperasi, panitia akan menggelar tasyakuran dan doa bersama pada Sabtu malam (20/12).
’’Para pedagang kambing, tokoh masyarakat, forkopimca, dan lurah nanti akan dilibatkan,’’ katanya, kemarin (16/12).
Terkait pedagang yang selama ini berjualan di sepanjang Jalan Maospati Barat atau di depan pasar hewan lama, Kiki menegaskan tidak ada kewajiban untuk ikut pindah ke lokasi baru.
Kebijakan tersebut sebelumnya telah disosialisasikan Disperindag bersama pihak kelurahan.
’’Ada kemungkinan separo pedagang akan ikut pindah ke lokasi baru. Terutama yang biasanya menjual tali-temali maupun alat peternakan. Sedangkan, kemungkinan pedagang lainnya tetap di lokasi lama,’’ terangnya.
Relokasi Pasar Hewan Pahingan diharapkan mampu mengurai kepadatan arus lalu lintas di kawasan Maospati yang selama ini kerap terjadi setiap hari pasaran.
Untuk mendukung relokasi, Pemkab Magetan mengalokasikan anggaran sekitar Rp 680 juta.
’’Minimal kami sudah mengurai kemacetan. Semua fasilitas dasar sudah ada, meskipun masih bersifat darurat,’’ jelas Kiki.
Saat ini, fasilitas yang tersedia di lokasi pasar baru masih terbatas.
Baru meliputi lahan utama, area bongkar muat hewan, toilet, patok pembatas, serta peneduh sederhana.
Pengembangan lanjutan masih diperlukan agar pasar dapat berfungsi optimal.
’’Idealnya anggaran (pembangunan) pasar hewan itu Rp 2–3 miliar. Sementara baru teralokasikan Rp 680 juta. Sehingga yang didahulukan kebutuhan mendasar. Sedangkan sisa lahan yang ada cukup luas dan dapat dikembangkan,’’ pungkasnya. (ril/her)
Editor : Hengky Ristanto