Jawa Pos Radar Magetan – Pemkab Magetan terus mendorong pemerataan pembangunan infrastruktur.
Sepanjang 2025, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Magetan melaksanakan sebanyak 539 kegiatan lintas bidang guna meningkatkan konektivitas wilayah dan pelayanan publik.
Kepala DPUPR Magetan Muhtar Wakid menjelaskan, ratusan kegiatan tersebut mencakup bidang cipta karya, bina marga, sumber daya air (SDA), tata ruang, hingga jasa konstruksi.
Seluruh program diarahkan untuk menjawab kebutuhan infrastruktur masyarakat.
’’Total ada sekitar 539 kegiatan pada 2025. Semuanya kami laksanakan untuk melayani masyarakat,’’ ujarnya.
Pada sektor bina marga, DPUPR memprioritaskan perbaikan dan peningkatan kualitas jalan utama.
Beberapa ruas strategis yang telah dikerjakan di antaranya Genengan–Lembeyan yang telah selesai dicor, serta Jalan Geger–Nguntoronadi dengan pengerjaan hotmix yang telah mencapai pertigaan Tulung.
Sementara itu, ruas Gorang-Gareng–Bendo dan Bendo–Maospati yang merupakan bantuan pemerintah pusat melalui program Inpres Jalan Daerah (IJD) masih dalam proses pengerjaan dan ditargetkan rampung pada akhir tahun ini.
Adapun akses Maospati–Magetan atau twin road yang dikerjakan oleh Pemprov Jatim telah selesai dan dinilai mampu menunjang kelancaran arus wisata.
DPUPR juga mengerjakan sejumlah jalan pendukung, seperti akses di sekitar Kampus 5 Unesa Magetan dan jalur menuju Stasiun Magetan.
Selain itu, penataan Plaza Ndoyo dilakukan untuk mendukung fungsi ruang seni dan budaya.
Di wilayah atas, pelebaran Jalan Parang–Turus kembali dilanjutkan setelah satu sisi dikerjakan pada 2024.
Ruas tersebut kini lebih lebar guna mengakomodasi peningkatan arus wisata menuju kawasan Sarangan.
Selain sektor jalan, DPUPR Magetan juga mengerjakan proyek strategis lainnya.
Di antaranya pembangunan Embung Sidowayah untuk mendukung ketahanan pangan serta percepatan pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi sesuai Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025.
Pada bidang cipta karya, DPUPR membangun sejumlah fasilitas publik. Mulai dari gedung budaya, trotoar, Gedung Bawaslu, asrama PN, Gedung SPKT Polres Magetan, Kodim 0804/Magetan, hingga Pos Jaga Sarangan yang ditargetkan rampung akhir 2025.
Muhtar mengakui masih terdapat keterbatasan dalam memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat.
Namun pihaknya berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pembangunan dari tahun ke tahun.
’’Kami terus berbenah agar infrastruktur yang dibangun benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,’’ pungkasnya. (ril/her)
Editor : Hengky Ristanto