Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Tutup Tahun 2025, Majelis Dzikir Magetan Gelar Istighotsah: Teguhkan Semangat Guyub Rukun hingga Pelosok Desa

Eric Wibowo • Rabu, 24 Desember 2025 | 23:42 WIB
Majelis Dzikir Magetan gelar istighotsah akhir tahun di Bendo.
Majelis Dzikir Magetan gelar istighotsah akhir tahun di Bendo.

Jawa Pos Radar Madiun – Suasana khidmat menyelimuti Masjid Baiturrohman, Kecamatan Bendo, pada Rabu (24/12).

Menutup rangkaian kegiatan akhir tahun 2025 sekaligus memperingati Isra Miraj Nabi Muhammad SAW, Majelis Dzikir Kabupaten Magetan menggelar dzikir istighotsah akbar.

Mengusung tema “Magetan Damai, Guyub Rukun, Indonesia Maju”, kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh agama, kyai sepuh, hingga jajaran Forkopimda dari TNI, Polri, dan pemerintahan.

Tampak hadir Pimpinan Pondok Pesantren Miftahul Nurul Huda Panekan, Kyai Abdul Wachid, yang didapuk sebagai penceramah.

Selain itu pimpinan Majelis Dzikir Kabupaten Magetan, Kyai Joko Murtono dan Kyai Anwar.

Kunci Pembangunan Berkelanjutan

Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Magetan, Riyin Nur Asiyah, yang hadir dalam kesempatan tersebut menekankan pentingnya stabilitas daerah.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat dan tokoh agama untuk terus menjaga situasi Magetan agar tetap aman dan kondusif.

Menurutnya, kerukunan warga menjadi kunci utama agar pembangunan infrastruktur dapat berjalan mulus.

Majelis Dzikir Magetan gelar istighotsah akhir tahun di Bendo.
Majelis Dzikir Magetan gelar istighotsah akhir tahun di Bendo.

“Ini merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat Magetan,” ujar Riyin.

Ia mencontohkan salah satu buah manis dari kondusivitas daerah adalah peningkatan infrastruktur jalan poros Bendo–Maospati.

Jalan yang dulunya sempit kini telah diperlebar dan mulus berkat dukungan anggaran APBD yang lancar.

Jemput Bola ke Masyarakat

Sementara itu, Sekretaris Majelis Dzikir Kabupaten Magetan, Wasis Eka Susila, membeberkan rencana strategis majelis ke depan.

Ia menegaskan bahwa kegiatan pengajian dan dzikir tidak akan lagi eksklusif, melainkan akan lebih banyak dilaksanakan "jemput bola" ke tengah masyarakat.

"Ke depan kegiatan akan dilaksanakan di pondok pesantren dan masjid besar tingkat kecamatan agar bersentuhan langsung dengan masyarakat," jelas Wasis.

Wasis menambahkan, sejak berdiri pada 2017, Majelis Dzikir Kabupaten Magetan tidak hanya fokus pada ritual keagamaan, tetapi juga aksi sosial nyata.

Mulai dari penyaluran bantuan bencana alam hingga penanganan kekeringan yang jangkauannya meluas hingga Jawa Tengah dan Sumatera.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama demi terwujudnya Magetan yang damai, sejahtera, dan terjaga ukhuwahnya menyongsong tahun baru 2026. (ebo/naz/*)

Editor : Mizan Ahsani
#magetan #dzikir #Bendo #akhir tahun #DPRD Magetan