Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Surati Presiden Prabowo, Lilik Sudarti Minta Petunjuk Kiai Temboro Soal Dana Nusantara

Aprilita Sari • Kamis, 25 Desember 2025 | 03:00 WIB
Ketua Pelaksana Program pencairan Dana Nusantara, Lilik Sudarti memberikan penjelasan terkait dorongan agar pemerintah menuntaskan sejumlah persoalan bangsa, termasuk Dana Nusantara, di Magetan.
Ketua Pelaksana Program pencairan Dana Nusantara, Lilik Sudarti memberikan penjelasan terkait dorongan agar pemerintah menuntaskan sejumlah persoalan bangsa, termasuk Dana Nusantara, di Magetan.

Jawa Pos Radar Magetan – Isu pencairan Dana Nusantara kembali mencuat.

Ketua Pelaksana Program pencairan Dana Nusantara, Lilik Sudarti, memilih sowan ke sesepuh Pondok Pesantren Al Fatah Temboro, KH Tantowi Jauhari.

Langkah itu ditempuh di tengah belum adanya kepastian respons pemerintah pusat terkait usulan yang telah disampaikan.

Pertemuan berlangsung Rabu (24/12) di Magetan.

Dalam kesempatan tersebut, Lilik menyampaikan bahwa dirinya telah melayangkan surat terbuka kepada Presiden Prabowo Subianto tertanggal 10 Juli 2025.

Surat tersebut berisi permohonan audiensi sekaligus dorongan agar pemerintah menuntaskan sejumlah persoalan bangsa, termasuk pencairan Dana Nusantara.

Dalam suratnya, Lilik merujuk pada kebijakan masa lalu. Mulai Surat Presiden RI Nomor B.29/Pres/1998 pada era Presiden Soeharto hingga tindak lanjut pada masa Presiden Abdurrahman Wahid pada Februari 2001.

Namun, kebijakan tersebut hingga kini belum terealisasi karena situasi politik nasional saat itu dinilai belum memungkinkan.

Sejumlah poin kembali ditegaskan dalam surat kepada Presiden.

Di antaranya permohonan pencairan sebagian Dana Nusantara untuk membantu masyarakat tanpa potongan pajak.

Kemudian, sorotan atas persoalan keuangan dan perbankan nasional, penguatan ideologi negara melalui NKRI, Pancasila, dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen, hingga pembenahan sistem perlindungan dan keamanan nasional.

“Besar harapan kami agar bapak presiden berkenan menjadwalkan pertemuan,” ujar Lilik.

Lilik mengakui masih menghadapi kebingungan terkait prosedur yang harus ditempuh.

Karena itu, jalur musyawarah dengan tokoh agama dipilih sebagai upaya menenangkan situasi sekaligus mencari jalan yang dinilai paling bijak.

“Kalau bicara negara, banyak sektor yang bermasalah. Ekonomi, keuangan perbankan, diplomasi politik, hingga sistem keamanan,” imbuhnya.

Sementara itu, KH Tantowi Jauhari menilai pertemuan tersebut sebagai ruang refleksi bersama.

Ia menekankan pentingnya muhasabah dalam menyikapi persoalan besar yang dihadapi bangsa.

“Pertemuan ini salah satunya untuk bermuhasabah. Semoga menjadi jalan tobat menuju jalan yang lurus,” ujarnya. (ril/her)

Editor : Hengky Ristanto
#magetan #Presiden Prabowo #isu nasional #Dana Nusantara #KH Tantowi Jauhari #Ponpes Temboro #Lilik Sudarti