Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

137 Kasus HIV/AIDS Tercatat di Magetan, Empat ASN Terinfeksi

Aprilita Sari • Senin, 29 Desember 2025 | 13:00 WIB
INFEKSI MENULAR: Dinkes Magetan mencatat peningkatan kasus HIV/AIDS hingga akhir 2025, dengan sebaran terbanyak di Panekan, Maospati, dan Karangrejo. AJI PUTRA/RADAR MAGETAN
INFEKSI MENULAR: Dinkes Magetan mencatat peningkatan kasus HIV/AIDS hingga akhir 2025, dengan sebaran terbanyak di Panekan, Maospati, dan Karangrejo. AJI PUTRA/RADAR MAGETAN

Jawa Pos Radar Madiun – Jumlah kasus HIV/AIDS di Kabupaten Magetan terus meningkat.

Hingga akhir Desember 2025, Dinas Kesehatan (Dinkes) Magetan mencatat sebanyak 137 penderita HIV/AIDS. Dari jumlah tersebut, 114 orang dengan HIV/AIDS (ODHA) diketahui berdomisili di wilayah Magetan.

Sub Koordinator Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinkes Magetan Agoes Yudi Purnomo mengatakan, sebagian kasus ditemukan pada kelompok rentan.

Termasuk ibu hamil dan ibu menyusui.

“Tercatat ada empat ibu hamil atau ibu menyusui yang terjangkit HIV,” ujarnya, Minggu (28/12).

Agoes menjelaskan, hingga saat ini pola penularan HIV/AIDS di Magetan masih didominasi hubungan seksual berisiko, khususnya perilaku berganti-ganti pasangan.

Dinkes belum menemukan kasus HIV/AIDS pada kelompok usia anak.

Berdasarkan pemetaan wilayah, sebaran kasus terbanyak ditemukan di Kecamatan Panekan, Maospati, dan Karangrejo.

Sementara jika dilihat dari latar belakang pekerjaan, terdapat empat aparatur sipil negara (ASN) yang terkonfirmasi positif HIV.

Untuk menekan laju penularan, Dinkes Magetan menggencarkan berbagai upaya pencegahan dan penelusuran kasus.

Salah satunya melalui layanan mobile voluntary counseling and testing (VCT) yang dilakukan di kafe-kafe serta lembaga pemasyarakatan.

Selain itu, skrining HIV juga dilakukan terhadap calon pengantin dan ibu hamil.

Pemeriksaan tersebut kini terintegrasi dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang menyasar kelompok berisiko, baik aktif maupun pasif.

Saat ini, seluruh 22 puskesmas di Kabupaten Magetan telah mampu memberikan layanan perawatan, dukungan, serta pengobatan bagi penderita HIV/AIDS.

“Kami mengimbau masyarakat tidak takut memeriksakan diri, terutama kelompok berisiko. Deteksi dini sangat penting agar penanganan lebih cepat dan mencegah penularan lebih luas. Terapkan perilaku hidup sehat dan setia pada satu pasangan,” tegas Agoes. (ril/her)

Editor : Hengky Ristanto
#pencegahan hiv #odha #HIV AIDS Magetan #magetan #penyakit menular #kesehatan masyarakat #VCT HIV #Kasus HIV Jawa Timur #dinkes magetan