Jawa Pos Radar Madiun – Alun-Alun Magetan berubah menjadi lautan semangat dan inklusivitas pada Minggu (28/12).
Ratusan penyandang disabilitas berkumpul merayakan puncak peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) 2025.
Acara yang diinisiasi oleh Yayasan Wira Daksa Utama Magetan (WIDAMA) bekerja sama dengan Dinas Sosial dan Pemkab Magetan ini berlangsung meriah dan terbuka untuk umum.
Tercatat sebanyak 628 penyandang disabilitas dari berbagai wilayah di Karesidenan Madiun (Magetan, Madiun, Ngawi, dan Ponorogo) turut ambil bagian.
Rangkaian kegiatan diawali dengan Senam Inklusi yang menyatukan peserta difabel dan masyarakat umum tanpa sekat.
Keseruan berlanjut pada sesi pembagian ratusan doorprize.
Menariknya, hadiah yang dibagikan bukan barang sembarangan, melainkan bukti produktivitas mereka.
Ada karya difabel berupa tas anyaman dan tas rajut hasil tangan terampil peserta, serta dukungan donatur berupa berbagai peralatan rumah tangga.
Hadiah utama yakni seekor kambing yang diserahkan langsung oleh Yayasan WIDAMA sebagai bentuk dukungan ekonomi.
Lawan Stigma di Ruang Publik
Ketua Yayasan WIDAMA, Sri Gunarsih, menegaskan bahwa pemilihan Alun-Alun sebagai lokasi acara memiliki pesan kuat.
Guru MA Miftahul Ulum Kedungpanji Lembeyan tersebut ingin memaksa masyarakat melihat bahwa difabel ada, mampu, dan berdaya.
"Kami ingin masyarakat melihat secara langsung bahwa teman-teman disabilitas mampu berkreasi, berinovasi, dan berkolaborasi sebagaimana masyarakat pada umumnya," ujarnya.
Menurut Sri, stigma bahwa difabel adalah kelompok lemah harus dikikis.
"Faktanya, ketika diberikan ruang dan hambatan itu dikurangi, penyandang disabilitas bisa tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan berdaya, bahkan melampaui ekspektasi," tegasnya.
Melalui HDI 2025, WIDAMA berharap pintu partisipasi bagi penyandang disabilitas di sektor sosial, pendidikan, dan ekonomi di Magetan semakin terbuka lebar. (ebo/naz/*)
Editor : Mizan Ahsani