Jawa Pos Radar Magetan – Warga Magetan diminta meningkatkan kewaspadaan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem yang diperkirakan berlangsung selama sepuluh hari ke depan, mulai 1 hingga 10 Januari 2026.
BMKG mencatat, sebagian wilayah Jawa Timur telah memasuki fase puncak musim hujan.
Kondisi tersebut berpotensi memicu bencana hidrometeorologi, terutama di daerah dengan kontur perbukitan.
Pengamat Meteorologi dan Geofisika (PMG) Tingkat Madya Stasiun Geofisika III BMKG Nganjuk, Setiyaris, menegaskan Magetan termasuk wilayah dengan tingkat kewaspadaan tinggi.
“Di Magetan berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang,” ujarnya, Sabtu (3/1).
Ancaman yang menyertai cuaca ekstrem tersebut cukup beragam.
Mulai dari banjir, tanah longsor, pohon tumbang, hingga kondisi jalan licin yang membahayakan pengguna jalan.
Risiko meningkat di kawasan bertopografi perbukitan, terutama di sekitar lereng Gunung Lawu.
BMKG pun mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan.
Warga diminta menghindari kawasan rawan longsor serta bantaran sungai ketika hujan deras turun.
“Waspadai perubahan cuaca yang terjadi secara mendadak. Tetap tenang dan utamakan keselamatan,” pesan Setiyaris. (ril/naz)
Editor : Hengky Ristanto