Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Telaga Sarangan Masih Jadi Andalan, PAD Wisata Magetan Tembus Rp 20,2 Miliar

Aprilita Sari • Selasa, 6 Januari 2026 | 08:30 WIB
WISATA AIR: Ribuan wisatawan memadati kawasan Telaga Sarangan saat libur tahun baru. AJI PUTRA/RADAR MAGETAN
WISATA AIR: Ribuan wisatawan memadati kawasan Telaga Sarangan saat libur tahun baru. AJI PUTRA/RADAR MAGETAN

Jawa Pos Radar Magetan – Pesona Telaga Sarangan belum pudar sebagai destinasi unggulan pariwisata Magetan.

Bersama Telaga Wahyu, kawasan wisata tersebut masih menjadi penyumbang utama pendapatan asli daerah (PAD) sektor pariwisata sepanjang 2025.

Data Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Magetan mencatat, jumlah kunjungan wisatawan pada 2025 mencapai 1.094.668 orang.

Angka ini meningkat dibandingkan 2024 yang tercatat sebanyak 1.080.666 kunjungan.

Capaian tersebut menjadi yang tertinggi kedua dalam tiga tahun terakhir, setelah 2023 dengan 1.099.076 kunjungan.

Seiring meningkatnya kunjungan, PAD sektor wisata juga ikut terdongkrak.

Sepanjang 2025, PAD wisata Magetan tercatat sebesar Rp 20,2 miliar.

Angka tersebut naik dibandingkan 2024 yang mencapai Rp 20,1 miliar, meski masih di bawah capaian 2023 yang menyentuh Rp 20,34 miliar.

Kabid Destinasi Pariwisata Disbudpar Magetan Eka Radityo menegaskan bahwa anggapan menurunnya kunjungan wisata ke Sarangan tidak sesuai dengan data di lapangan.

“Jumlah pengunjung memang tidak naik signifikan, sekitar 14 ribu orang. Tapi PAD justru bertambah sekitar Rp 100 juta,” ujarnya, kemarin (5/1).

Menurut Eka, meski target PAD wisata 2025 sebesar Rp 23,3 miliar belum tercapai, capaian tahun ini tetap dinilai positif.

“Targetnya memang cukup tinggi. Tapi secara tren, 2025 lebih baik dibanding 2024,” jelasnya.

Dia mengakui, tren stagnasi pariwisata juga terjadi di banyak daerah, dipengaruhi faktor ekonomi dan daya beli masyarakat.

Karena itu, pihaknya akan terus melakukan evaluasi terhadap aspek yang masih bisa dioptimalkan.

“Faktor yang bisa ditangani akan kami maksimalkan. Salah satunya meningkatkan jam kerja pemungutan retribusi,” ungkap Eka yang juga menjabat Plt Camat Karas.

Memasuki 2026, target PAD wisata kembali dinaikkan menjadi Rp 23,4 miliar.

Fokus kebijakan diarahkan pada pembenahan destinasi, penguatan promosi, serta optimalisasi retribusi.

Selain Telaga Sarangan, pengembangan Telaga Wahyu juga akan dipacu sebagai destinasi alternatif.

“Ke depan, Telaga Wahyu akan lebih diperhatikan agar bisa membagi kunjungan wisatawan,” pungkasnya. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
#wisata magetan #magetan #telaga wahyu #Disbudpar Magetan #pad pariwisata #telaga sarangan