Jawa Pos Radar Magetan – Pemkab Magetan kembali merumuskan penataan kawasan Telaga Sarangan tahun ini.
Salah satu fokus utama adalah pengaturan akses jalan lingkar telaga agar lebih tertib, aman, dan optimal mendukung aktivitas wisata.
Kepala DPUPR Magetan Muhtar Wakid menjelaskan, aset di kawasan Telaga Sarangan terbagi dalam empat komponen.
Yakni aset BBWS Bengawan Solo, Perhutani, akses jalan warga antardesa maupun dusun, serta aset milik Pemkab Magetan.
Menurut Muhtar, koordinasi dengan BBWS Bengawan Solo sejatinya telah dilakukan sejak lama dan bahkan mencapai sekitar dua pertiga pembahasan.
Namun, adanya pergantian pejabat serta kebijakan baru di lingkungan BBWS membuat proses tersebut harus diulang dari awal.
“Pejabatnya berganti dan kebijakannya juga baru, sehingga pembahasan harus dimulai lagi,” ujarnya, kemarin (6/1).
Saat ini, DPUPR Magetan terus berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Terutama terkait rencana pembangunan jalan alternatif bagi warga Dusun Ngluweng, Kelurahan Sarangan, Kecamatan Plaosan.
Langkah ini ditempuh agar aktivitas masyarakat tidak lagi melintasi jalan keliling Telaga Sarangan.
Muhtar mengungkapkan, Kementerian PU menilai lalu lintas kendaraan di jalan lingkar telaga berpotensi menimbulkan getaran yang dapat membahayakan struktur dan keamanan Telaga Sarangan.
“Karena itu, diperlukan jalur alternatif yang lebih aman bagi aktivitas warga,” jelasnya.
Saat ini terdapat dua opsi jalur alternatif yang tengah dikaji. Opsi pertama melalui Dusun Compok menuju Dusun Ngluweng.
Opsi kedua melalui jalur Desa Dadi–Ngancar–Ngluweng. Kajian teknis dan engineering design dilakukan bersama tim dari Universitas Sebelas Maret.
“Kami lakukan kajian dan engineering design untuk menentukan jalur yang paling layak,” tambah Muhtar.
Jika jalur alternatif tersebut terealisasi, jalan keliling Telaga Sarangan akan difungsikan khusus untuk kepentingan wisata.
Dengan begitu, potensi gangguan akibat getaran kendaraan bisa diminimalkan sekaligus menjaga kelestarian ikon wisata unggulan Magetan tersebut.
“Tujuannya agar Sarangan tetap aman, nyaman, dan lestari sebagai destinasi wisata,” pungkas Muhtar. (ril/her)
Editor : Hengky Ristanto