Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Hotel di Sarangan Magetan Kian Ramai, Rata-Rata Tamu Menginap 1–2 Hari

Aprilita Sari • Kamis, 8 Januari 2026 | 13:00 WIB
PADAT: Deretan hotel di kawasan Telaga Sarangan mencatat tingkat hunian tertinggi selama momen libur panjang akhir 2025. AJI PUTRA/RADAR MAGETAN
PADAT: Deretan hotel di kawasan Telaga Sarangan mencatat tingkat hunian tertinggi selama momen libur panjang akhir 2025. AJI PUTRA/RADAR MAGETAN

Jawa Pos Radar Magetan – Kinerja sektor perhotelan di Kabupaten Magetan menunjukkan tren positif menjelang akhir 2025.

Badan Pusat Statistik Magetan mencatat tingkat penghunian kamar (TPK) hotel mengalami kenaikan pada November 2025 dibandingkan bulan sebelumnya.

Kepala BPS Magetan Mohamad Samsodin menyampaikan, TPK hotel pada November 2025 tercatat sebesar 14,65 persen.

Angka tersebut naik 1,21 poin dibandingkan Oktober 2025 yang berada di level 13,44 persen.

“Artinya, dari setiap 100 kamar hotel yang tersedia, rata-rata terjual sekitar 14 hingga 15 kamar per malam,” jelas Samsodin, Kamis (8/1).

Meski mengalami kenaikan secara bulanan, BPS mencatat TPK November 2025 turun tipis 0,17 poin jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yakni November 2024.

Penurunan tipis tersebut dinilai masih wajar di tengah dinamika sektor pariwisata dan daya beli masyarakat.

Selain tingkat hunian, BPS juga mencatat Rata-rata Lama Menginap Tamu (RLMT) hotel di Magetan.

Pada November 2025, RLMT tercatat 1,03 hari. Rinciannya, tamu domestik menginap rata-rata 1,03 hari, sedangkan tamu asing sekitar 1,00 hari.

“Secara umum, lama menginap tamu hotel di Magetan masih berada di kisaran satu sampai dua hari,” ujarnya.

RLMT menjadi indikator penting untuk mengukur daya tarik pariwisata daerah dalam mempertahankan wisatawan agar tinggal lebih lama.

Sepanjang 2025, kinerja perhotelan di Magetan terpantau fluktuatif.

Setelah melemah pada tiga bulan awal tahun, TPK sempat melonjak pada April 2025 hingga 20,35 persen, sebelum kembali bergerak variatif hingga November.

“Data TPK dan RLMT ini mencerminkan produktivitas usaha jasa akomodasi sekaligus dinamika perekonomian daerah, khususnya sektor perhotelan di Magetan,” pungkas Samsodin. (ril/her)

Editor : Hengky Ristanto
#magetan #libur panjang #tingkat penghunian kamar #okupansi hotel Magetan #hotel sarangan #BPS Magetan #pariwisata magetan #wisata telaga sarangan