Jawa Pos Radar Magetan – Citra Telaga Sarangan sempat tercoreng usai viral dugaan gethok harga di salah satu rumah makan kawasan wisata tersebut.
Merespons hal itu, anggota DPRD Magetan bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Magetan turun langsung ke Sarangan untuk melakukan klarifikasi, kemarin (8/1).
Ketua Komisi B DPRD Magetan Rita Haryati menegaskan, rumah makan yang disorot publik sejatinya telah memasang daftar harga menu.
Dengan demikian, wisatawan seharusnya sudah mengetahui harga makanan maupun minuman sebelum memesan.
“Di rumah makan itu sudah terdapat daftar harganya. Artinya, wisatawan yang memesan makanan semestinya sudah mengetahui harga dari menu yang mereka pesan,” ujarnya.
Meski demikian, Rita mengakui pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk mengintervensi harga yang ditetapkan pelaku usaha.
Penentuan harga sepenuhnya menjadi hak pemilik rumah makan selama informasi disampaikan secara terbuka kepada konsumen.
“Kami tidak dapat mengintervensi daftar harganya. Tapi, kalau memang dirasa kemahalan, wisatawan bisa memilih tempat lain karena ada banyak pilihan kuliner di Sarangan,” katanya.
Rita menilai, viralnya isu tersebut membawa dua sisi bagi Sarangan.
Di satu sisi, Sarangan semakin dikenal luas dan berpotensi menarik lebih banyak wisatawan.
Namun di sisi lain, muncul stigma negatif bahwa Sarangan merupakan destinasi wisata mahal.
Kendati demikian, dia menegaskan Telaga Sarangan tetap menjadi andalan utama Kabupaten Magetan dalam mendongkrak sektor pariwisata.
Sepanjang tahun lalu, tingkat kunjungan wisatawan tercatat mengalami peningkatan, meski capaian pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor wisata belum sepenuhnya memenuhi target.
“Secara kunjungan wisatawan naik. Hanya saja, dari sisi PAD memang belum sesuai harapan. Ini menjadi bahan evaluasi bersama,” pungkas Rita. (ril/her)
Editor : Hengky Ristanto