Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Harga Sayur di Magetan Anjlok Usai Nataru, Pedagang Gantungkan Harapan ke MBG

Aprilita Sari • Jumat, 9 Januari 2026 | 14:00 WIB
ANJLOK: Harga sayuran di pasar tradisional Magetan terjun bebas usai libur Nataru. Pedagang berharap Program Makan Bergizi Gratis segera berjalan kembali. AJI PUTRA/RADAR MAGETAN
ANJLOK: Harga sayuran di pasar tradisional Magetan terjun bebas usai libur Nataru. Pedagang berharap Program Makan Bergizi Gratis segera berjalan kembali. AJI PUTRA/RADAR MAGETAN

Jawa Pos Radar Magetan – Harga sayuran di pasar tradisional Kabupaten Magetan terjun bebas usai libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Kondisi ini membuat konsumen diuntungkan, namun pedagang dan petani justru dibuat pusing tujuh keliling.

Penurunan harga terpantau merata dalam dua pekan terakhir hingga Kamis (8/1).

Bukan semata karena panen raya, pedagang menilai vakumnya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama libur sekolah menjadi penyebab utama anjloknya harga.

“Harga semua sayur turun. Penyebabnya MBG berhenti selama libur sekolah,” ungkap Wahyu Ningsih, pedagang sayur di Pasar Sayur Magetan.

Sejumlah komoditas mengalami penurunan drastis.

Sawi hijau yang sebelumnya dijual Rp 8 ribu per kilogram kini merosot menjadi Rp 2 ribu.

Daun seledri turun dari Rp 20 ribu menjadi Rp 8 ribu per kilogram.

Cabai rawit bahkan terjun dari Rp 85 ribu menjadi Rp 35 ribu per kilogram.

Ahnul Firdaus, pedagang cabai, mengaku kebingungan menghadapi fluktuasi harga yang terjadi begitu cepat.

“Turun terus dari Rp 85 ribu jadi Rp 35 ribu. Kami tidak tahu penyebab pastinya, tapi memang sayuran turun semua,” ujarnya. (ril/naz)

Editor : Hengky Ristanto
#harga cabai turun #Makan Bergizi Gratis #sayuran murah #magetan #pasar tradisional Magetan #harga sayur Magetan #program mbg #pasca nataru #harga sayur turun #harga sawi anjlok #ekonomi petani