Jawa Pos Radar Magetan – Masalah kekosongan jabatan pimpinan tinggi pratama (JPTP) di lingkungan Pemkab Magetan mulai diurai.
Pemkab melakukan evaluasi kinerja dan uji kompetensi terhadap 27 pejabat eselon II sebagai langkah awal pengisian lima jabatan strategis yang lama lowong.
Kepala BKPSDM Magetan Masruri menjelaskan, terdapat lima posisi JPTP yang hingga kini belum terisi.
Masing-masing kepala Dinas Perhubungan, kepala DPPKBPP dan PA, kepala Badan Kesbangpol, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, serta Inspektur Inspektorat.
“Kekosongan jabatan itu disebabkan berbagai hal. Ada yang meninggal dunia, pensiun dini, pensiun, hingga promosi jabatan,” ujar Masruri, kemarin (13/1).
Masruri mencontohkan jabatan kepala DPPKBPP dan PA yang telah kosong sejak 2023 dan saat ini masih dijabat pelaksana tugas (Plt).
Sementara kursi kepala Dinas Perhubungan lowong setelah pejabat sebelumnya promosi menjadi sekretaris daerah.
“Mudah-mudahan bulan ini mutasi dan rotasi sudah bisa dilakukan,” harapnya.
Sebagai tindak lanjut, Pemkab Magetan menggelar evaluasi kinerja dan uji kompetensi terhadap total 27 pejabat eselon II.
Rinciannya, 11 pejabat menjalani evaluasi kinerja, sementara 16 lainnya mengikuti uji kompetensi.
“Evaluasi ini untuk pejabat eselon II yang masa jabatannya sudah lebih dari lima tahun,” jelas Masruri.
Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar penentuan apakah pejabat bersangkutan masih layak menempati posisinya saat ini atau perlu dilakukan rotasi.
Penilaian dilakukan berbasis indikator kinerja masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD).
Masruri menambahkan, proses evaluasi dan uji kompetensi ini merupakan tindak lanjut asesmen yang sebelumnya dilakukan bekerja sama dengan Universitas Sebelas Maret.
“Asesmen itu untuk mendalami kompetensi, kinerja, sekaligus kecocokan penempatan pejabat,” tandasnya. (ril/her)
Editor : Hengky Ristanto