Jawa Pos Radar Magetan – Upaya menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Magetan mulai menunjukkan hasil signifikan.
Dalam lima tahun terakhir, grafik kasus kekerasan di wilayah ini terus menurun tajam, bahkan lebih dari 50 persen dibandingkan 2021.
Data DPPKBPPPA Magetan mencatat, pada 2021 terdapat 78 kasus kekerasan.
Angka tersebut turun menjadi 58 kasus pada 2022, kembali menyusut menjadi 47 kasus pada 2023, lalu 38 kasus pada 2024, dan kian merosot menjadi hanya 30 kasus sepanjang 2025.
Plt Kepala DPPKBPPPA Magetan Benny Adrian menyampaikan rasa syukur atas tren positif tersebut.
“Tren kasus kekerasan di Kabupaten Magetan terus menurun dalam lima tahun terakhir. Pada 2024 tercatat 38 kasus dan pada 2025 turun menjadi 30 kasus,” ujarnya.
Kendati demikian, Benny menegaskan penurunan jumlah kasus tidak boleh membuat semua pihak lengah.
Berdasarkan evaluasi internal, jenis kasus yang masih dominan dilaporkan hingga kini adalah kekerasan terhadap perempuan dewasa.
Untuk data tahun 2026, Benny menyebut belum ada laporan kasus yang masuk.
Hal itu seiring tahun anggaran yang baru saja berjalan.
Meski begitu, langkah pencegahan tetap digencarkan melalui advokasi, pendampingan korban, serta sosialisasi berkelanjutan hingga tingkat desa dan keluarga.
“Pencegahan tetap kami lakukan secara masif. Edukasi dan sosialisasi menjadi kunci agar kasus kekerasan bisa terus ditekan,” tandasnya. (ril/naz)
Editor : Hengky Ristanto