MAGETAN – Hujan deras yang mengguyur kawasan Telaga Sarangan sejak Rabu (14/1) sore hingga Kamis (15/1) dini hari memicu longsor di sisi barat telaga.
Tak hanya material tanah, batu berukuran besar ikut runtuh dan menutup badan jalan.
Akibatnya, akses menuju kawasan wisata unggulan Kabupaten Magetan itu sempat terputus.
Kepala Resort Pemangkuan Hutan (KRPH) Sarangan, Supriyanto, menjelaskan hujan berkepanjangan membuat tanah di tebing menjadi jenuh air.
Aliran air dari bagian atas tebing memicu pergerakan tanah sekaligus menjatuhkan batu besar yang sebelumnya sudah dalam kondisi rawan.
“Tanahnya sudah jenuh air. Dari atas mengalir air terus, sehingga batu yang sebelumnya membahayakan akhirnya ikut jatuh sebelum subuh,” jelasnya.
Menurut Supriyanto, tebing yang longsor memiliki ketinggian lebih dari empat meter dengan lebar sekitar empat meter.
Material longsoran berupa tanah dan batu menutup seluruh badan jalan, sehingga kendaraan tidak bisa melintas.
Meski demikian, ia memastikan tidak ada bangunan warung maupun fasilitas wisata yang terdampak langsung akibat kejadian tersebut. “Warung yang tertimpa nihil,” tegasnya.
Saat ini, proses pembersihan material longsor masih berlangsung.
Penanganan dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan masyarakat setempat, BPBD Kabupaten Magetan, TNI-Polri, serta relawan.
Pembersihan ditargetkan rampung hari ini. Hal itu dilakukan untuk memastikan akses wisata kembali normal, mengingat agenda adat Labuhan Sarangan dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat.
“Besok ada agenda Labuhan Sarangan. Jadi kami upayakan hari ini akses sudah bisa dibuka kembali,” tambah Supriyanto.
Terkait batu besar yang ikut runtuh, Supriyanto menyebut sebelumnya pihak terkait telah melakukan mitigasi karena posisinya menggantung dan berpotensi membahayakan pengunjung.
Namun, kondisi tanah yang semakin labil akibat hujan membuat batu tersebut akhirnya jatuh bersama longsoran.
“Justru alhamdulillah batu yang berbahaya itu sudah jatuh. Ke depan kawasan ini lebih aman bagi pengunjung Telaga Sarangan,” pungkasnya. (ril/her)
Editor : Hengky Ristanto