Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Ritual Tolak Bala Warga Lereng Lawu Magetan, Wedhus Kendhit Diarak di Sarangan

Aprilita Sari • Jumat, 16 Januari 2026 | 11:45 WIB
Warga Sarangan mengarak wedhus kendhit dalam ritual Kirab Wedhus Kendhit di Telaga Sarangan, Kamis (15/1). Aji Putra/Radar Magetan
Warga Sarangan mengarak wedhus kendhit dalam ritual Kirab Wedhus Kendhit di Telaga Sarangan, Kamis (15/1). Aji Putra/Radar Magetan

Jawa Pos Radar Magetan – Aroma kemenyan dan nuansa sakral menyelimuti kawasan Telaga Sarangan, Kamis (15/1).

Sehari menjelang puncak ritual Labuhan Sarangan, warga menggelar Kirab Wedhus Kendhit, tradisi adat yang telah diwariskan secara turun-temurun di lereng Gunung Lawu.

Ritual ini bukan sekadar penyembelihan kambing biasa.

Menurut Sutowo, Kirab Wedhus Kendhit merupakan wujud rasa syukur sekaligus ikhtiar tolak bala bagi masyarakat Sarangan.

“Intinya mengucap syukur pada Tuhan karena ciptaan-Nya berupa Telaga Sarangan telah menambah kesejahteraan masyarakat. Tradisi ini terus kita lestarikan,” ujar Sutowo.

Sesuai namanya, wedhus kendhit menjadi syarat mutlak yang tidak boleh digantikan.

Kambing ini tergolong langka dengan ciri fisik khas: bulu hitam legam dengan lingkaran bulu putih di bagian perut yang menyerupai sabuk atau kendhit.

Prosesi ritual dimulai dengan mengarak wedhus kendhit dari Kantor Kelurahan menuju patung naga di tepian telaga.

Sebelum disembelih, kambing dimandikan dengan air kembang setaman sebagai simbol penyucian.

Usai disembelih, sejumlah bagian tubuh kambing ditanam di titik-titik tertentu di sekitar Sarangan sebagai simbol pagar desa.

Sementara dagingnya dimasak dan disantap bersama warga, melambangkan kebersamaan dan guyub rukun.

“Ini dimaknai sebagai pagar desa untuk melindungi seluruh penjuru Sarangan dari hal-hal negatif,” terang Sutowo.

Ia berharap masyarakat Sarangan senantiasa diberi keselamatan dan dijauhkan dari mara bahaya, serta Telaga Sarangan tetap membawa berkah bagi generasi mendatang.

“Kami berharap masyarakat selalu diberi keselamatan, dijauhkan dari mara bahaya, serta Telaga Sarangan tetap membawa berkah,” pungkasnya. (ril/naz)

Editor : Hengky Ristanto
#magetan #ritual adat #Labuhan Sarangan #Tradisi Sarangan #Kirab Wedhus Kendhit #gunung lawu #telaga sarangan