Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Labuhan Sarangan di Magetan Digelar Meriah, Dua Tumpeng Raksasa Dilarung ke Telaga

Aprilita Sari • Jumat, 16 Januari 2026 | 20:40 WIB
KIRAB SAKRAL: Tumpeng gono bahu dan hasil bumi dikirab menuju Telaga Sarangan sebelum dilarung dalam ritual Labuhan Sarangan, Jumat (16/1). AJI PUTRA/RADAR MAGETAN
KIRAB SAKRAL: Tumpeng gono bahu dan hasil bumi dikirab menuju Telaga Sarangan sebelum dilarung dalam ritual Labuhan Sarangan, Jumat (16/1). AJI PUTRA/RADAR MAGETAN

Jawa Pos Radar Magetan – Tradisi tahunan yang paling dinanti masyarakat lereng Gunung Lawu kembali digelar.

Ribuan warga dan wisatawan memadati tepian Telaga Sarangan, Jumat (16/1) pagi, untuk menyaksikan ritual Labuhan Sarangan yang berlangsung meriah dan sarat makna.

Puncak acara ditandai momen sakral saat tumpeng gono bahu (nasi putih) dan tumpeng hasil bumi setinggi sekitar 1,5 meter diarak terlebih dahulu, kemudian dibawa menggunakan speedboat ke tengah telaga untuk dilarung.

Prosesi tersebut menjadi simbol ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.

Sesepuh Adat Sarangan Sutowo Harjo Sumarto menjelaskan, Labuhan Sarangan merupakan warisan tradisi leluhur yang telah dijalankan sejak ratusan tahun silam.

Ritual ini kemudian dikemas sebagai atraksi wisata budaya sejak 1982.

“Ritual ini adalah tradisi turun-temurun dari leluhur. Sejak 1982 mulai dikemas sebagai daya tarik wisata, tapi nilai sakralnya tetap dijaga,” jelas pria yang akrab disapa Mbah Wo itu.

Tahun ini, terdapat perbedaan jadwal pelaksanaan.

Jika biasanya digelar pada bulan Ruwah tepat hari Jumat Pon, Labuhan Sarangan kali ini dimajukan ke bulan Rajab.

“Biasanya digelar bulan Ruwah tepat hari Jumat Pon. Tapi tahun ini di bulan Ruwah tidak ada hari Jumat Pon, jadi pelaksanaannya dimajukan ke bulan Rajab,” terangnya.

Meski jadwal bergeser, kekhusyukan ritual tetap terjaga.

Labuhan Sarangan ditujukan sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur.

Yakni Kiai Pasir dan Nyai Pasir, sekaligus doa agar masyarakat dan pelaku usaha pariwisata di kawasan Sarangan dijauhkan dari bencana serta diberi kelancaran rezeki. (ril/naz)

Editor : Hengky Ristanto
#magetan #Labuhan Sarangan #Tradisi Sarangan #wisata Gunung Lawu #Ritual adat jawa #budaya magetan #telaga sarangan