Jawa Pos Radar Madiun – Tanah longsor terjadi di kawasan wisata Telaga Sarangan, Kabupaten Magetan, Sabtu (17/1). Peristiwa tersebut menyeret delapan sepeda motor yang terparkir di tepi telaga.
Tujuh unit di antaranya tercebur ke dalam telaga, sementara satu unit tersangkut di tebing.
Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Magetan Cahaya Wijaya mengatakan longsor terjadi secara tiba-tiba saat kawasan wisata sedang ramai pengunjung.
“Tadi kami melakukan evakuasi beberapa kendaraan roda dua yang terjatuh ke Telaga Sarangan akibat bencana longsor. Kendaraan yang terparkir ikut terseret material,” ujarnya.
Informasi kejadian diterima Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Magetan pada pukul 09.50 WIB.
Longsor terjadi saat sejumlah wisatawan tengah beraktivitas dan berfoto di tepi telaga.
Selain kendaraan, tiga wisatawan sempat terseret material longsor dan berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat dengan luka ringan.
Daftar Motor yang Tercebur ke Telaga Sarangan
Yamaha RX King Nopol AD 3055 KD
Yamaha RX King Nopol KB 6752 SB
Yamaha RX King Nopol AD 4760 BOD
Yamaha N-Max Nopol AD 6614 ID
Honda Astrea Grand Nopol K 5935 CV
Honda Astrea Grand Nopol K 3858 MV
Honda Beat Nopol AB 3060 ZO
Sementara satu sepeda motor Honda GL Nopol W 5174 NEB tersangkut di area tebing dan menjadi kendaraan yang paling awal dievakuasi.
BPBD mencatat tujuh sepeda motor masuk ke telaga dengan kedalaman sekitar 6 hingga 7 meter. Material longsor memiliki tinggi 8–9 meter, lebar sekitar 2 meter, dan panjang kurang lebih 70 meter.
Proses evakuasi melibatkan BPBD Magetan, Lake Guard, Paguyuban Speedboat, relawan, Perhutani, TNI-Polri, PMI, serta BBWS Bengawan Solo.
Petugas menurunkan tim penyelam dan menarik kendaraan menggunakan tali.
“Medan cukup sulit sehingga evakuasi berlangsung hingga sore hari,” jelas Cahaya.
Seluruh sepeda motor berhasil dievakuasi dan diserahkan kepada pemilik masing-masing pada pukul 16.53 WIB. Operasi evakuasi pun dinyatakan selesai.
Pasca kejadian, BPBD Magetan akan melakukan evaluasi bersama instansi terkait, terutama menyangkut keselamatan kawasan wisata.
“Kami mengimbau wisatawan lebih waspada, tidak memarkir kendaraan terlalu dekat tebing, serta mematuhi rambu dan imbauan petugas, terlebih saat musim hujan,” pungkasnya. (ril/naz)
Editor : Mizan Ahsani