Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Talud Sarangan Longsor, Pemkab Magetan Turunkan Ketinggian Air Telaga

Aprilita Sari • Senin, 19 Januari 2026 | 07:30 WIB
Pemkab Magetan menutup jalan lingkar selatan dan menurunkan debit air telaga demi keselamatan wisatawan. FOTO: AJI PUTRA/RADAR MAGETAN
Pemkab Magetan menutup jalan lingkar selatan dan menurunkan debit air telaga demi keselamatan wisatawan. FOTO: AJI PUTRA/RADAR MAGETAN

Jawa Pos Radar Magetan – Pemkab Magetan bergerak cepat menangani longsor talud di kawasan wisata Telaga Sarangan.

Langkah darurat ditempuh melalui koordinasi intensif dengan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo selaku pemegang kewenangan pengelolaan telaga.

Sekretaris Daerah Magetan Welly Kristanto mengatakan, fokus awal penanganan adalah pengamanan lokasi terdampak.

Akses jalan lingkar sisi selatan Telaga Sarangan ditutup total dari arah timur dan barat.

“Kami sudah berkoordinasi dengan BBWS Bengawan Solo. Langkah awal yang bisa segera dilakukan adalah menutup jalan sisi selatan di titik longsor dari dua arah,” ujarnya.

Selain penutupan akses, pemkab bersama BBWS juga melakukan penurunan volume air Telaga Sarangan.

Pengurangan debit dilakukan dengan membuka pintu air sebagai opsi jangka pendek untuk mengurangi tekanan air dan laju penggerusan talud yang longsor.

Welly menjelaskan, talud yang ambrol memiliki panjang sekitar 70 meter, lebar 2 meter, dan tinggi mencapai 7 meter.

Kondisi tersebut dinilai membahayakan sehingga membutuhkan penanganan cepat lintas instansi.

“Ini langkah darurat yang bisa segera kami lakukan bersama. Untuk penanganan jangka panjang, kondisi lapangan sudah dilaporkan oleh tim BBWS ke pimpinan,” jelasnya.

Meski terjadi longsor, aktivitas wisata di Telaga Sarangan masih diperbolehkan dengan pembatasan ketat.

Namun, jalur lingkar sisi selatan dipastikan ditutup sementara demi keselamatan pengunjung.

“Wisata tetap diizinkan, tetapi khusus sisi selatan kami tutup sementara untuk menghindari risiko,” tegas Welly.

Sementara itu, petugas BBWS Bengawan Solo di Telaga Sarangan, Udin, mengungkapkan bahwa indikasi keretakan di lokasi tersebut sebenarnya telah terpantau sejak beberapa waktu lalu dan sudah dilaporkan.

“Sejak beberapa waktu lalu sudah terlihat indeks keretakan, terutama saat kegiatan Labuhan Sarangan. Kondisi itu sudah kami laporkan, namun masih menunggu penanganan,” katanya. (ril/naz/her)

Editor : Hengky Ristanto
#BBWS Bengawan Solo #wisata magetan #Mitigasi Bencana Wisata #magetan #debit Telaga Sarangan #talud Sarangan ambrol #jalan lingkar Sarangan ditutup #longsor Sarangan #telaga sarangan