Jawa Pos Radar Magetan – Wisatawan yang hendak menikmati Telaga Sarangan diminta lebih waspada.
Pasca longsornya talud pada Sabtu (17/1), akses jalan di sisi selatan telaga resmi ditutup total.
Penutupan dilakukan demi keselamatan pengunjung sambil menunggu penanganan teknis lanjutan.
Pada Senin (19/1), Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWS) melakukan pengecekan lapangan dan pengukuran topografi untuk memetakan tingkat kerusakan.
Kepala UPB 5 BBWS Bengawan Solo Telaga Pasir/Sarangan, Krisna Sulistia, menjelaskan survei difokuskan pada kontur jalan dan lereng terdampak.
Hasil sementara mencatat talud yang ambrol mencapai panjang sekitar 70 meter dengan ketinggian tebing kurang lebih tujuh meter.
“Elevasi jalan yang longsor kami detailkan, termasuk bagian yang berada di dalam air juga sudah kami ukur,” jelas Krisna.
Dengan kondisi tebing yang curam dan tanah labil, BBWS belum dapat langsung melakukan perbaikan permanen.
Saat ini prioritas utama adalah menjaga stabilitas lereng guna mencegah longsor susulan.
Sebagai langkah awal, area longsoran ditutup terpal agar air hujan tidak langsung meresap ke tanah dan menambah beban lereng.
“Yang perlu kita selamatkan lebih dulu stabilitas lereng. Karena kondisinya curam, sementara kami tutupi dengan plastik,” tambahnya. (ril/naz)
Editor : Hengky Ristanto