Jawa Pos Radar Magetan – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Poncol lebih dari tiga jam memicu longsor tebing penyangga jalan di Desa Plangkrongan, Selasa (20/1).
Longsoran sepanjang sekitar 15 meter dengan tinggi kurang lebih delapan meter itu menimpa lahan perkebunan warga dan mengancam akses jalan desa.
Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Magetan Eka Wahyudi mengatakan, kondisi longsoran tergolong rawan karena jarak material ke badan jalan kini hanya sekitar 82 sentimeter.
Jika hujan lebat kembali turun, potensi longsor susulan sangat tinggi.
“Laporan masuk ke Pusdalops pukul 08.35 WIB. Tim langsung menuju lokasi sekitar pukul 09.00 untuk melakukan asesmen dan penanganan awal,” ujarnya.
Penanganan darurat dilakukan tim gabungan BPBD, TNI, Polri, serta perangkat desa.
Langkah mitigasi yang ditempuh meliputi pendataan dampak, koordinasi lintas unsur, pemasangan garis peringatan, serta penutupan area longsoran menggunakan terpal guna mengurangi risiko pergerakan tanah.
Eka menegaskan, pemasangan terpal penting untuk mencegah air hujan langsung meresap ke lereng yang sudah labil.
“Fokus kami saat ini pengamanan lokasi agar tidak terjadi longsor lanjutan yang bisa memutus akses jalan,” tegasnya.
BPBD Magetan mengimbau warga sekitar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat intensitas hujan tinggi.
Tanda-tanda awal longsor yang perlu diwaspadai antara lain munculnya retakan tanah, tiang atau pohon miring, air keruh keluar dari celah tanah, hingga suara gemuruh dari lereng.
“Warga diminta menghindari aktivitas di sekitar lereng terjal dan tidak melintasi area yang sudah diberi barikade,” pungkas Eka. (ril/her)
Editor : Hengky Ristanto