Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Awas! Magetan Masuki Puncak Musim Hujan, Cuaca Ekstrem Berlangsung hingga 30 Januari

Aprilita Sari • Sabtu, 24 Januari 2026 | 11:56 WIB
Ilustrasi cuaca mendung di Magetan.
Ilustrasi cuaca mendung di Magetan.

Jawa Pos Radar Madiun – Rentetan pohon tumbang yang terjadi sepekan terakhir di Magetan ternyata baru permulaan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi mengeluarkan alarm bagi warga di kaki Gunung Lawu ini.

BMKG memprediksi Magetan saat ini telah resmi memasuki fase puncak musim penghujan.

Kondisi ini diprakirakan akan bertahan dengan intensitas tinggi hingga akhir bulan, tepatnya 30 Januari 2026.

Pengamat Meteorologi dan Geofisika (PMG) Tingkat Madya Stasiun Geofisika III BMKG Nganjuk, Setiyaris, mengonfirmasi hal tersebut.

"Memang benar, saat ini Magetan sudah masuk fase puncak musim penghujan. Bulan Januari hingga Februari merupakan fase puncaknya," tegas Setiyaris, Sabtu (24/1).

Penyebab: Dikepung Fenomena Atmosfer

Kenapa hujan turun begitu deras disertai angin kencang belakangan ini? BMKG menjelaskan ada keroyokan faktor atmosfer yang memicu cuaca ekstrem di Jawa Timur, termasuk Magetan.

Pertama karena Monsun Asia. Angin baratan ini membawa banyak uap air sedang aktif.

Kedua akibat konvergensi alias pola pertemuan angin yang menumpuk awan hujan.

Ketiga, fenomena Madden Julian Oscillation (MJO). Gelombang atmosfer ini melintasi Jatim.

Keempat, suhu muka laut hangat.

Hal itu Memicu penguapan tinggi dan pembentukan awan Cumulonimbus (penyebab petir/angin kencang).

"Kondisi ini berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, yang dapat disertai petir dan angin kencang," paparnya.

BMKG Juanda secara spesifik mengeluarkan peringatan dini berlaku periode 21–30 Januari 2026.

Magetan yang didominasi kontur pegunungan (seperti Plaosan, Poncol, Parang) masuk dalam kategori rawan bencana hidrometeorologi lanjutan, seperti tanah longsor dan banjir bandang.

"Masyarakat yang tinggal di wilayah topografi curam diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi longsor, pohon tumbang, serta berkurangnya jarak pandang," pesan Setiyaris.

Ia juga menekankan satu hal vital yang sering diabaikan. "Waspadai angin, jangan berada di bawah pohon," ujarnya mengingatkan.

Waspada Pohon Tumbang

Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang terus menghajar Magetan dalam sepekan terakhir.

Kondisi ini memicu rentetan teror pohon tumbang yang terjadi hampir setiap hari, mulai dari jalan poros desa hingga jalur wisata utama.

Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Magetan, tercatat ada 6 kejadian pohon tumbang sejak Selasa (20/1) hingga Jumat (23/1).

Puncaknya terjadi pada Jumat kemarin, di mana tim reaksi cepat harus berjibaku di empat lokasi sekaligus.

Salah satunya di Desa Ringinagung, yang mengakibatkan satu pengendara motor terluka.

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Magetan Eka Wahyudi menjelaskan kronologinya.

"Dalam kejadian di Jalan Karya Darma di Ringinagung, seorang pengendara motor dilaporkan mengalami luka lecet di kaki dan kendaraannya rusak,'' ujarnya.

Kejadian bermula pada Selasa di Kecamatan Karangrejo, kemudian merembet ke kawasan wisata Sarangan, hingga ke pusat kota. (ril/naz)

Editor : Mizan Ahsani
#cuaca #magetan #cuaca ekstrem #angin kencang #longsor #bencana #bmkg