Jawa Pos Radar Magetan – Angin kencang melanda Kabupaten Magetan pada Sabtu (24/1) pagi dan menimbulkan dampak di berbagai wilayah.
Hingga pukul 12.00 WIB, BPBD Magetan bersama tim gabungan relawan, TNI–Polri, dan masyarakat melakukan penanganan belasan pohon tumbang, kerusakan rumah warga, hingga fasilitas usaha.
Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Magetan Eka Wahyudi menjelaskan, cuaca ekstrem tersebut merupakan dampak tidak langsung dari bibit siklon tropis 91S yang memengaruhi kondisi cuaca di wilayah Magetan.
Berdasarkan rilis BMKG, fenomena ini memicu hujan disertai angin kencang dengan kecepatan maksimum mencapai 50 knot.
“Namun berdasarkan informasi BMKG, kekuatan angin diperkirakan akan berangsur mereda dalam 72 jam ke depan,” katanya.
Menurut Eka, angin kencang terjadi sejak Jumat (23/1) malam hingga Sabtu (24/1) pagi dan diperkirakan masih berpotensi berlangsung selama dua hari ke depan.
Hingga siang hari, tercatat sedikitnya 15 titik kejadian pohon tumbang yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Magetan.
“Dampak angin kencang sempat menyebabkan terputusnya akses lalu lintas di jalur provinsi Jalan Sarangan–Tawangmangu akibat pohon tumbang. Namun kondisi tersebut berhasil ditangani dan arus lalu lintas kembali normal,” paparnya.
Selain pohon tumbang, tujuh rumah warga dan satu toko dilaporkan mengalami kerusakan akibat tertimpa pohon.
Dalam peristiwa tersebut, dua warga sempat tertimpa pohon dan mengalami luka ringan serta syok ringan, namun telah mendapatkan penanganan medis.
Saat ini, BPBD Magetan membagi tim penanganan ke tiga lokasi prioritas.
Salah satunya berada di sebuah toko atau swalayan di wilayah utara Terminal Magetan, Kecamatan Panekan, yang mengalami kerusakan cukup parah.
Proses evakuasi dan pembersihan material pohon tumbang masih terus dilakukan.
Data BPBD mencatat dampak angin kencang terjadi di sejumlah titik.
Di antaranya, Jalan Raya Tawangmangu–Plaosan wilayah Kelurahan Sarangan, Desa Banjarmlati, Desa Bedagung, perempatan Goranggarem Kawedanan, Kelurahan Tawang Anom, dan Desa Tambakrejo.
Kemudian, di kawasan depan Samsat, utara Terminal Magetan, Desa Banjarejo, Mangkujayan, Jalan Samodra, Pasar Sayur, depan Dinas Kesehatan, barat POM Jati, hingga Jalan Kelud.
“Kami mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan menunda aktivitas perjalanan yang tidak mendesak karena kondisi cuaca masih berisiko,” jelasnya.
Sementara itu, Yuni Yuliasih, pedagang di sekitar Jalan depan GOR Ki Mageti, mengaku angin kencang menyebabkan sejumlah gerobak pedagang porak poranda.
“Kejadiannya sekitar pukul 11.00 sampai 12.00 siang, saat angin paling kencang. Gerobak saya ikut diterjang angin, atap toko sempat terbang, dan beberapa pohon di sekitar lokasi juga tumbang,” tuturnya. (ril/her)
Editor : Hengky Ristanto