Jawa Pos Radar Madiun – Kesederhanaan yang memikat ditunjukkan oleh Muhammad Habibil Masyhuri dalam Audisi Festival Dai Cilik 2026 di Aula Kantor Kemenag Magetan, Jumat (30/1).
Perwakilan dari MI Al Musthafa ini tampil beda dengan pembawaannya yang sangat tenang.
Membawakan tema “Menjadi Anak Salih dan Salihah di Bulan Ramadan,” Habibil tidak meledak-ledak, melainkan menyampaikan pesan dakwah dengan lembut dan intonasi yang tertata.
Gaya ini justru membuat materi tausiyahnya terasa menyejukkan dan meresap ke hati para hadirin.
Dalam materinya, Habibil mematahkan anggapan bahwa menjadi anak salih adalah hal yang berat.
Ia meyakinkan teman-temannya bahwa predikat anak salih bisa diraih mulai dari hal-hal sederhana.
"Menjadi anak salih dan salihah bukanlah hal yang sulit. Kita bisa memulainya dari kebiasaan kecil sehari-hari, seperti selalu jujur, tidak mudah bertengkar, dan berbuat baik kepada sesama," ujarnya.
Poin menarik lainnya adalah saat Habibil mengupas makna "diam". Bagi dia, menjaga sikap diam bukan sekadar tidak berbicara, melainkan sebuah benteng diri.
"Diam itu artinya menghindari ghibah (menggunjing) dan menjauhi konflik dengan orang lain," jelasnya mengingatkan pentingnya menjaga lisan.
Habibil menutup penampilannya dengan harapan sederhana namun tulus, agar apa yang ia sampaikan bisa membawa manfaat kebaikan bagi seluruh yang hadir. (*)
Editor : Mizan Ahsani