MAGETAN – Rencana relokasi pedagang Pasar Sayur Magetan ke bangunan los baru masih berjalan alot.
Hingga kini, pedagang bersikukuh meminta kepastian perbaikan akses jalan sebelum bersedia direlokasi.
Komunikasi antara pedagang, pemerintah daerah, dan DPRD kembali digelar, Jumat (30/1).
Ketua DPRD Magetan, Suratno, turun langsung menjembatani dialog agar proses relokasi tidak berlarut-larut.
Dalam forum tersebut, aspirasi pedagang mengerucut pada satu poin utama: pembukaan akses jalan dari arah selatan menuju utara.
Salah satu pedagang malam, Darjito, menegaskan relokasi sulit dilakukan jika kondisi akses masih seperti saat ini.
“Kalau kondisinya seperti sekarang, aksesnya buntu. Permintaan kami sederhana, ada akses jalan dulu dari arah selatan menuju utara, baru relokasi,” tegas Darjito.
Menurutnya, persoalan luas los bukan hambatan utama.
Pedagang mengaku siap berkoordinasi terkait pembagian ruang asalkan akses jalan diperbaiki terlebih dahulu.
“Kalau soal ukuran los, itu bisa kami komunikasikan antar pedagang. Yang penting akses jalannya,” imbuhnya.
Menanggapi aspirasi tersebut, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Magetan, Sucipto, menyatakan pihaknya menghargai seluruh masukan dari pedagang.
Disperindag juga akan melakukan penataan ulang data pedagang agar relokasi berjalan tertib.
“Semua masukan kami tindak lanjuti, termasuk pemetaan ulang nama pedagang dan penempatan los,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Disperindag Magetan Kiki Indriyani menjelaskan bahwa pembangunan los baru sejatinya merupakan tindak lanjut dari aspirasi pedagang.
Agar tidak mangkrak, pihaknya telah berkoordinasi dengan inspektorat.
Terkait akses jalan, Kiki mengakui masih terkendala anggaran.
Saat ini, pemkab tengah menunggu kepastian sumber pendanaan.
“Untuk akses jalan, masih menunggu alokasi anggaran, apakah dari Dana Insentif Daerah (DID) atau melalui Perubahan APBD (P-APBD). Hasil rapat ini segera kami sampaikan ke tim anggaran dan bupati untuk dicarikan solusi,” terangnya. (ril/naz)
Editor : Hengky Ristanto