Jawa Pos Radar Madiun – Rencana revitalisasi Pasar Sayur Magetan masih belum menemui titik terang.
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Magetan terpaksa memangkas drastis usulan anggaran pembangunan pasar yang semula mencapai Rp 238 miliar.
Dari nilai tersebut, kini Disperindag hanya mengajukan sekitar Rp 1 miliar untuk pembangunan Pasar Sayur I dan Pasar Sayur II secara bersamaan.
Langkah ini diambil agar pengajuan dinilai lebih realistis dan memiliki peluang lebih besar untuk disetujui pemerintah pusat.
Sekretaris Disperindag Magetan Kiki Indriyani mengatakan, besaran anggaran yang diajukan masih bersifat estimasi awal dan belum dapat dipastikan akan disetujui sepenuhnya.
Saat ini, pengajuan tersebut masih berada pada tahap verifikasi kementerian terkait.
“Kami ajukan Pasar Sayur I dan II secara bersamaan. Untuk nilai akhirnya nanti berapa, kami belum bisa memastikan karena masih menunggu hasil verifikasi dan kelengkapan persyaratan,” ujarnya, Minggu (1/2).
Kiki menjelaskan, Disperindag sebelumnya telah mempresentasikan Readiness Criteria (RC) rencana pembangunan Pasar Sayur Magetan ke Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Namun, masih ada sejumlah catatan yang harus dipenuhi sebelum pengajuan dapat dilanjutkan ke tahap berikutnya.
“Dari Kementerian PU, kami diminta melengkapi justifikasi teknis serta rekomendasi dari Kementerian Perdagangan,” jelasnya.
Sementara itu, pengajuan dukungan pembangunan pasar ke Kementerian Perdagangan dilakukan melalui aplikasi Sistem Informasi Sarana Perdagangan (SISP).
Saat ini, Disperindag Magetan masih melengkapi berbagai data dan dokumen pendukung yang menjadi syarat dalam sistem tersebut.
“Target kami, pada tahun 2026 seluruh Readiness Criteria dan rekomendasi dari Kementerian Perdagangan sudah lengkap,” imbuh Kiki.
Jika seluruh persyaratan administrasi dan teknis terpenuhi, pengajuan dukungan anggaran baru dapat dilanjutkan pada tahun 2027.
Meski demikian, realisasi revitalisasi Pasar Sayur Magetan tetap sangat bergantung pada keputusan kementerian terkait serta pembahasan anggaran bersama DPR.
“Paling cepat kepastian apakah mendapat alokasi anggaran atau tidak baru bisa diketahui akhir tahun ini, untuk kebutuhan anggaran 2027,” pungkasnya. (ril/naz)
Editor : Andi Chorniawan