MAGETAN – Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Magetan belum sepenuhnya memenuhi target.
Hingga saat ini, dari total 50 dapur yang direncanakan, baru 42 SPPG yang aktif melayani penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ketua Satgas MBG Magetan Welly Kristanto mengatakan, meski jumlah dapur belum mencapai target, seluruh SPPG yang telah terdaftar dipastikan kembali beroperasi.
Terakhir, pemantauan dilakukan saat launching SPPG di Tamanarum pada akhir Januari lalu.
“Terakhir kami pantau saat launching di Tamanarum akhir Januari, itu tercatat sebagai SPPG ke-42,” ujarnya.
Sekretaris Daerah Magetan itu mengakui, sempat ada beberapa dapur SPPG yang berhenti sementara setelah libur panjang sekolah.
Kendala utama saat itu adalah anggaran operasional. Namun, kondisi tersebut tidak berlangsung lama.
“Hanya beberapa hari. Sekarang sudah kembali beroperasi,” imbuhnya.
Dengan kembalinya seluruh dapur yang terdaftar beroperasi, penyaluran MBG di Magetan dipastikan berjalan normal.
Pelaksanaan program juga telah menyesuaikan ketentuan terbaru dalam Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025.
Dalam regulasi tersebut, sasaran Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya terbatas pada siswa.
Penerima manfaat juga diperluas mencakup guru, tenaga kependidikan atau tata usaha, serta petugas kebersihan sekolah.
Perluasan sasaran ini diharapkan mampu memperkuat pemenuhan gizi seluruh warga sekolah sekaligus mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Magetan.
“Harapannya, MBG benar-benar memberi dampak positif bagi peningkatan kualitas pendidikan,” pungkas Welly. (ril/her)
Editor : Hengky Ristanto