MAGETAN – Cuaca ekstrem berpotensi melanda wilayah Magetan seiring masuknya puncak musim hujan.
Masyarakat pun diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan angin kencang.
Pengamat Meteorologi dan Geofisika (PMG) Tingkat Madya Stasiun Geofisika III BMKG Nganjuk, Setiyaris, menjelaskan bahwa potensi cuaca ekstrem dipengaruhi aktifnya monsun Asia serta gangguan gelombang atmosfer.
Di antaranya Low Frequency, gelombang Rossby, dan gelombang Kelvin yang melintasi wilayah Jawa Timur.
Selain itu, suhu muka laut di perairan sekitar Jatim yang masih cukup signifikan, ditambah kondisi atmosfer lokal yang labil, turut mendukung pertumbuhan awan-awan konvektif seperti cumulonimbus yang memicu hujan lebat disertai angin kencang.
“Perubahan cuaca bisa terjadi sangat cepat karena sifat atmosfer yang dinamis. Terutama warga yang tinggal di daerah pegunungan, lereng, atau wilayah rawan longsor dan banjir diminta meningkatkan kesiapsiagaan,” ujar Setiyaris, Rabu (4/2).
BMKG juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang namun waspada dengan mengenali potensi bencana di lingkungan masing-masing.
Pemahaman jalur evakuasi dinilai penting untuk mengantisipasi kejadian darurat sewaktu-waktu.
Selain itu, warga diharapkan lebih berhati-hati dalam merencanakan aktivitas, khususnya kegiatan di luar ruangan.
Pemantauan rutin terhadap prakiraan cuaca dan peringatan dini cuaca ekstrem menjadi kunci meminimalkan risiko.
“Masyarakat disarankan aktif memantau informasi cuaca, baik prakiraan harian maupun peringatan dini cuaca ekstrem,” pungkasnya. (ril/her)
Editor : Hengky Ristanto