Jawa Pos Radar Magetan - Pergerakan massa PSHT kubu M. Taufiq dari Takeran, Magetan ke Madiun mendapatkan pengawalan ketat polisi, Kamis (5/2).
Bahkan, Kapolres Magetan AKBP Raden Erik Bangun Prakasa ikut turun langsung memimpin kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD) itu.
Erik mengatakan, fokus pengamanan dipusatkan di titik perbatasan Madigondo, Kecamatan Takeran.
Sedikitnya 113 personel gabungan diterjunkan. Petugas melakukan pemantauan, pengawasan, hingga pemeriksaan kendaraan dan warga yang melintas.
“Pengamanan ini kami laksanakan sebagai upaya preventif untuk mengantisipasi pergerakan massa dan mencegah potensi gangguan kamtibmas,” ujar kapolres.
Selain penjagaan perbatasan, polisi juga melakukan pendampingan terhadap rombongan massa perguruan silat yang melintas di wilayah Magetan.
Berdasarkan pendataan kepolisian, rombongan berasal dari sejumlah daerah.
Seperti Semarang, Solo, Jogjakarta, Sidoarjo, Salatiga, Pemalang, Banjarnegara, Nganjuk, dan sekitarnya. Jumlahnya sekitar 600 orang.
“Pengamanan ini kami maksudkan untuk memberikan perlindungan dan penjagaan agar aksi yang disampaikan tepat sasaran dan tidak menimbulkan dampak lain yang membahayakan,” jelas Erik.
Pendampingan dilakukan sejak perbatasan Takeran hingga masuk Kota Madiun.
Setelah kegiatan selesai, rombongan dilepas aparat kepolisian untuk kembali ke daerah asal.
“Seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan kondusif,” ungkapnya. (ril/her)
Editor : Hengky Ristanto