Jawa Pos Radar Magetan – Awal 2026 menjadi periode yang cukup berat bagi warga Magetan.
Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang mendominasi laporan kebencanaan di wilayah kaki Gunung Lawu tersebut.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Magetan merilis data rekapitulasi bencana periode 1–31 Januari 2026.
Tercatat ada 50 kejadian bencana dalam kurun waktu satu bulan.
“Dari jumlah tersebut, cuaca ekstrem menjadi jenis kejadian yang paling dominan dengan 43 kejadian, disusul tanah longsor sebanyak 5 kejadian,” ungkap Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Magetan Eka Radityo, Sabtu (7/2).
Meski tidak ada korban jiwa, rangkaian bencana itu tetap menimbulkan korban luka dan kerugian materiil.
BPBD mencatat ada enam orang mengalami luka akibat kejadian sepanjang Januari.
“Kerusakan meliputi 13 unit rumah rusak, 4 unit jalan rusak, serta 9 unit sepeda motor yang tertimpa material,” rincinya.
Berdasarkan sebaran wilayah, kawasan perkotaan justru menjadi area dengan intensitas kejadian tertinggi.
Kecamatan Magetan tercatat mengalami 17 kejadian.
Disusul Kecamatan Ngariboyo 10 kejadian, serta Kecamatan Plaosan tujuh kejadian. (ril/naz)
Editor : Hengky Ristanto