Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Wabup Magetan Minta MBG Wajib Serap Produk Lokal, Jangan Ambil Bahan dari Luar

Aprilita Sari • Rabu, 11 Februari 2026 | 23:00 WIB
Wakil Bupati Magetan Suyatni Priasmoro.
Wakil Bupati Magetan Suyatni Priasmoro.

Jawa Pos Radar Magetan - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diminta benar-benar menggerakkan ekonomi kerakyatan.

Salah satunya dengan memastikan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menyerap bahan baku dari Magetan, bukan mendatangkan dari luar daerah.

’’Jangan sampai mengambil bahan dari luar, padahal di Magetan tersedia. Kalau mengambil dari luar daerah, maka tidak ada penyerapan bahan lokal,’’ kata Wakil Bupati Magetan Suyatni Priasmoro, Rabu (11/2).

Dia menegaskan, sejak awal MBG yang digagas Presiden Prabowo Subianto bukan hanya menyasar pemenuhan gizi anak.

Namun, juga dirancang untuk memutar ekonomi lokal melalui rantai pasok bahan pangan dari daerah.

’’Tujuan awal program MBG adalah menggerakkan ekonomi lokal,’’ tegasnya.

Suyatni menyebut Magetan memiliki potensi besar untuk memenuhi kebutuhan bahan baku MBG.

Mulai sayuran, telur, hingga daging ayam.

Populasi ayam potong di Magetan disebut mencapai sekitar 22,4 juta ekor per tahun.

Sementara produksi telur ayam mencapai 2,6 juta butir, dengan surplus sekitar 65 ribu ton per tahun.

Tak hanya bahan mentah, Suyatni juga mengusulkan agar produk pangan khas Magetan bisa ikut masuk menu MBG.

Di antaranya roti endog atau bolu Rahayu.

’’Roti endog tolong itu dimasukkan dalam menu MBG. Jangan hanya menggunakan dari pabrikan besar-besar saja,’’ ujarnya.

Dia juga meminta variasi sayuran dalam menu MBG diperluas.

Tidak hanya wortel dan buncis yang selama ini kerap menjadi menu utama.

Namun demikian, Suyatni mengakui masih ada tantangan untuk memenuhi standar Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) yang ditetapkan melalui SK Kepala BGN.

Terutama terkait residu pestisida pada sayuran.

Saat ini, masih banyak produk sayur di Magetan yang dinilai mengandung pestisida jenuh.

Karena itu, pengurangan pupuk kimia serta pestisida harus mulai didorong.

Termasuk memperluas penggunaan pupuk organik dan hayati.

’’Ini tantangan bersama agar produk pertanian lokal bisa memenuhi standar MBG,’’ pungkasnya. (ril/her)

Editor : Hengky Ristanto
#SPPG Magetan #Suyatni Priasmoro #Makan Bergizi Gratis #bolu Rahayu #magetan #produk lokal Magetan #ekonomi lokal #roti endog #PSAT #MBG Magetan #BGN