Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

UBHM Madiun Turun Gunung ke Panekan, Inovasi Smoothies Kurma Pisang Cegah Stunting

Archi • Rabu, 11 Februari 2026 | 19:30 WIB
SINERGI: Rektor UBHM Madiun Retno Widiarini dan tim bersama Kepala Puskesmas Panekan drg Ari Wibawa serta jajaran, berfoto bersama di sela kegiatan pengabdian masyarakat UBHM.
SINERGI: Rektor UBHM Madiun Retno Widiarini dan tim bersama Kepala Puskesmas Panekan drg Ari Wibawa serta jajaran, berfoto bersama di sela kegiatan pengabdian masyarakat UBHM.

Jawa Pos Radar Madiun – Universitas Bhakti Hasta Mulia (UBHM) Madiun kembali menunjukkan taringnya dalam pengabdian kepada masyarakat.

Kali ini, kampus kesehatan ternama STIKES BHM Madiun yg telah berubah bentuk menjadi Universitas BHM Madiun menggelar aksi nyata pencegahan stunting dan penanganan Tuberkulosis (TB) di wilayah Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan.

Kegiatan yang mengusung tema penguatan bahan pangan lokal dan technopreneurship ini digelar secara maraton selama dua hari, menyasar ratusan balita di belasan desa.

Rektor UBHM Madiun Retno Widiarini menegaskan bahwa agenda ini adalah bukti kehadiran kampus di tengah persoalan riil warga.

‘’Rabu dan Kamis (12/2) kami melaksanakan agenda rutin tahunan pengabdian masyarakat sebagai bentuk nyata kehadiran kampus di masyarakat,’’ ujar Retno, Rabu (11/2).

Tim pengabdian masyarakat yang terdiri dari dosen lintas program studi dan mahasiswa ini bergerak masif bersama Puskesmas Panekan.

Hari pertama pelaksanaan penmas dipusatkan di Balai Desa Bedagung, menyasar 73 balita dari enam desa.

Suasana program pengabdian masyarakat yang dihelat UBHM Madiun di Panekan, Magetan.
Suasana program pengabdian masyarakat yang dihelat UBHM Madiun di Panekan, Magetan.

Hari kedua dilanjutkan di Balai Desa Turi, menyasar 64 balita dari tujuh desa.

Salah satu sorotan utama kegiatan ini produk inovasi dosen UBHM, yakni smoothies kurma pisang.

Produk ini bukan minuman biasa, melainkan formulasi khusus yang telah meraih penghargaan Inotek Provinsi Jawa Timur.

Minuman ini dihadirkan sebagai alternatif pangan lokal bergizi tinggi untuk mencegah stunting pada anak.

Langkah ini merupakan tindak lanjut dari temuan KKN Berdampak UBHM Madiun di 17 desa se-Kecamatan Panekan, yang mengidentifikasi stunting dan TB sebagai masalah prioritas.

Kepala Puskesmas Panekan drg Ari Wibawa menyambut positif sinergi ini.

Menurutnya, irisan kasus antara TB dan stunting sangat erat, sehingga penanganannya harus simultan. ‘’Kami sangat mendukung program UBHM Madiun ini karena membantu kami menjaring kasus TB sedini mungkin sekaligus menekan risiko stunting,’’ ungkap Ari. (chi/naz/*)

Editor : Mizan Ahsani
#magetan #smoothies #Stunting #kurma #pisang #madiun #universitas #pengabdian masyarakat