Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Magetan Dikepung Longsor: Rumah Warga Poncol Jebol, Jembatan di Karas Ambrol Tergerus Hujan

Aprilita Sari • Jumat, 13 Februari 2026 | 19:23 WIB
Longsor menerjang dinding rumah warga Desa Gonggang, Kecamatan Poncol, pada Jumat (13/2) sekitar pukul 09.00.
Longsor menerjang dinding rumah warga Desa Gonggang, Kecamatan Poncol, pada Jumat (13/2) sekitar pukul 09.00.

Jawa Pos Radar Madiun – Cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang mengguyur wilayah Magetan dalam dua hari terakhir memicu bencana hidrometeorologi.

Tanah longsor dilaporkan menerjang dua lokasi berbeda, yakni di Kecamatan Poncol dan Kecamatan Karas, pada periode Kamis hingga Jumat (12-13 Februari 2026).

Meskipun tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, material longsor mengakibatkan kerusakan signifikan pada rumah warga serta infrastruktur jalan dan jembatan di desa terdampak.

Kronologi Longsor di Poncol: Tembok Kamar Jebol

Kejadian pertama terjadi di Desa Gonggang, RT 13 RW 03, Kecamatan Poncol, pada Jumat (13/2) sekitar pukul 09.00 WIB.

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Magetan, Eka Wahyudi, menjelaskan bahwa struktur tanah yang labil menyebabkan talud pekarangan setinggi 4 meter dengan panjang 10 meter milik warga bernama Kadimin (65) longsor.

Material longsor tersebut menimpa tembok rumah milik Mariyem (50). Akibat hantaman keras tanah, tembok kamar rumah korban jebol dengan dimensi lebar sekitar 3 meter dan tinggi 2 meter.

"Selain tembok jebol, kamar lainnya mengalami retakan. Pondasi kamar mandi milik warga lain, Miran (65), juga mengalami retakan selebar sekitar 1 meter," terang Eka.

Longsor di Karas: Akses Masjid Terputus

Sementara itu, titik longsor kedua terjadi di Desa Temboro, RT 07 RW 02, Kecamatan Karas, pada Kamis (12/2) sore sekitar pukul 17.30 WIB.

Pemicu utamanya adalah hujan deras yang mengguyur selama lebih dari tiga jam.

Derasnya air menyebabkan talud jembatan dan bahu jalan di akses masuk Masjid Darussalam Trangkil ambrol.

Kerusakan tercatat cukup parah, di mana longsoran memakan badan jalan sepanjang 6 meter dengan kedalaman atau tinggi mencapai 10 meter.

Baca Juga: Rekap Hasil dan Klasemen BRI Super League: Persis-Persik Kompak Gagal Menang di Kandang Sendiri

BPBD Lakukan Penanganan Darurat

Merespons laporan tersebut, BPBD Magetan langsung bergerak cepat dengan membagi personel menjadi dua tim untuk menangani masing-masing lokasi secara bersamaan.

Bersama unsur TNI, Polri, perangkat desa, dan masyarakat setempat, petugas melakukan kerja bakti pembersihan material dan pemasangan terpal untuk mencegah longsor susulan.

"Seluruh rangkaian penanganan darurat di kedua lokasi rampung pada Jumat sore. Kami juga memasang barikade agar warga tidak mendekati area rawan," jelas Eka.

BPBD Magetan juga telah menyalurkan bantuan kedaruratan kepada warga terdampak di Desa Gonggang serta terus berkoordinasi dengan OPD terkait untuk langkah perbaikan infrastruktur lebih lanjut.

Imbauan Waspada Bencana

Eka Wahyudi mengimbau masyarakat yang tinggal di zona merah rawan longsor untuk meningkatkan kewaspadaan.

Warga diminta peka terhadap tanda-tanda alam seperti munculnya retakan tanah, pohon atau tiang yang miring, serta air keruh yang keluar dari celah tanah.

"Kami meminta warga menghindari aktivitas di sekitar lereng terjal, terutama saat dan setelah hujan, serta tidak melintasi area yang telah diberi barikade," pungkasnya. (ril/naz)

Editor : Mizan Ahsani
#bpbd #magetan #bencana alam #hujan #Temboro #cuaca ekstrem #longsor #poncol #bencana