Jawa Pos Radar Madiun – Penampilan yang menyentuh relung hati disuguhkan oleh peserta ke-25, Y. Vreya Mikhaila Piharlian, di panggung Grand Final Festival Dai Cilik 2026.
Siswi dari MIN 7 Magetan ini membuka penampilannya dengan senandung syair indah tentang kemuliaan Kanjeng Nabi Muhammad SAW.
Suaranya yang terdengar jelas dan tegas dengan penghayatan mendalam mampu membangun suasana khidmat di Atrium Suncity Mall Madiun, Sabtu (14/2).
Baca Juga: Gaya Ceramah Alvin Kian dari Pacitan Sukses Curi Perhatian di Grand Final Festival Dai Cilik 2026
"Masihkah Kita Berkata Kasar?"
Dalam tausiyah bertema Meneladani Sifat Rasulullah di Bulan Ramadan, Vreya mengutip penjelasan ulama tafsir Ibnu Katsir mengenai perintah menjadikan Nabi Muhammad sebagai suri teladan (uswatun hasanah).
Momen paling emosional terjadi saat Vreya mengajak hadirin untuk bercermin dan membandingkan perilaku diri sendiri dengan akhlak Rasulullah.
"Ketika Nabi selalu bertutur kata lembut, masihkah kita berkata kasar?" tanyanya retoris.
Ia melanjutkan perenungan tersebut dengan pertanyaan yang menohok hati.
"Ketika Nabi gemar bersedekah, mengapa kita masih sering berhitung? Ketika Nabi murah senyum, mengapa kita kadang masih bermuka masam?" ujarnya menggugah kesadaran.
Rumus SAPA ala Vreya
Untuk memudahkan teman-temannya mengingat sifat-sifat utama Rasulullah, Vreya merangkumnya dalam konsep akronim unik, yakni SAPA.
-
S – Sidiq (jujur dan benar dalam perkataan).
-
A – Amanah (dapat dipercaya).
-
P – Perbanyak Tabligh (mengajak dalam kebaikan dan ibadah).
-
A – Fathonah (cerdas dalam bekerja, beribadah, serta menjaga kesehatan jasmani dan rohani).
Melalui penyampaian yang runtut, Vreya mengajak generasi muda menjadikan Ramadan sebagai momentum memperbaiki diri secara nyata. (*)
Editor : Mizan Ahsani