Jawa Pos Radar Magetan – Program Gerakan Pilah Sampah dari Rumah yang digagas Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti dinilai efektif mengurangi volume sampah menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Milangasri.
’’Program ini sekaligus membangun sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan,’’ ujarnya, Kamis (26/2).
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pangan (DLHP) Magetan Saif Muchlissun menyampaikan, tata kelola persampahan di Magetan saat ini telah memenuhi indikator nasional.
Namun, masih diperlukan penguatan pada aspek kelembagaan dan pembiayaan.
Hal itu menjadi catatan dari Kementerian Lingkungan Hidup (LH).
Salah satunya belum terbentuknya Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) pengelola sampah serta belum terpenuhinya alokasi anggaran minimal tiga persen dari APBD untuk sektor persampahan.
Selain itu, kapasitas TPA Milangasri yang sudah penuh juga menjadi tantangan.
Sementara rencana pembangunan TPA baru di Desa Botok masih dalam tahap proses.
Meski demikian, pemkab dinilai berhasil mengendalikan TPS liar serta menerapkan metode controlled landfill di TPA sesuai standar teknis nasional.
’’Capaian ini hasil kerja keras seluruh jajaran kebersihan,’’ ungkap Muchlissun.
Dia menambahkan, petugas kebersihan bahkan rutin bekerja malam hari untuk memastikan proses pengangkutan sampah berjalan optimal.
Ke depan, pemkab menargetkan penguatan tata kelola, percepatan solusi TPA baru, serta peningkatan kategori penilaian Adipura pada periode berikutnya.
Sebagaimana diketahui, Kabupaten Magetan meraih penghargaan Adipura kategori Kota Bersertifikat dari Kementerian Lingkungan Hidup.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung Menteri LH Hanif Faisol Nurofiq kepada Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti. (ril/her)
Editor : Hengky Ristanto