Jawa Pos Radar Magetan – Kepulangan sekitar 4.000 santri Pondok Pesantren Al-Fatah Temboro pada libur Ramadan dan Idul Fitri 1447 H/2026 mendapat pengawalan ketat aparat kepolisian.
Puluhan armada bus yang digunakan dalam mudik bersama menjalani ramp check serta pemeriksaan kesehatan sopir sebelum diberangkatkan, Sabtu (28/2).
Pengamanan melibatkan Satlantas Polres Magetan, Dinas Perhubungan (Dishub) Magetan, serta Polsek Karas.
Kasat Lantas Polres Magetan AKP Ade Andini mengatakan pengawalan dilakukan untuk memastikan perjalanan para santri berlangsung aman dan selamat hingga daerah tujuan masing-masing.
’’Kegiatan ini dilakukan dalam rangka mengawal kepulangan santriwan dan santriwati Pondok Pesantren Al-Fatah Temboro ke daerah asal masing-masing,” ujarnya.
Mudik bersama merupakan agenda rutin tahunan pesantren.
Tahun ini sekitar 4.000 santri diberangkatkan secara bertahap menggunakan kurang lebih 80 armada bus menuju berbagai wilayah di Indonesia.
Petugas melakukan ramp check menyeluruh terhadap armada.
Pemeriksaan meliputi sistem pengereman, lampu penerangan, kondisi ban, kelengkapan administrasi kendaraan, hingga perlengkapan keselamatan guna memastikan kendaraan laik jalan.
Selain itu, polisi juga memberikan pengarahan langsung kepada para sopir terkait keselamatan berkendara.
Pengemudi diingatkan untuk menaati aturan lalu lintas, menjaga kecepatan, serta memastikan kondisi fisik tetap prima selama perjalanan.
Tim kesehatan Dokkes Polres Magetan turut melakukan pemeriksaan kesehatan sopir sebelum keberangkatan.
Pemeriksaan meliputi pengecekan tekanan darah dan kondisi fisik umum serta memastikan pengemudi tidak berada di bawah pengaruh obat berbahaya.
Ade menegaskan keselamatan penumpang menjadi prioritas utama dalam kegiatan tersebut.
’’Ramp check dan pemeriksaan kesehatan wajib dilakukan sebelum keberangkatan agar perjalanan aman,” tegasnya. (ril/her)
Editor : Hengky Ristanto