Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Didirikan Prajurit Diponegoro, Masjid Kuno Tamanarum Magetan Ramai Dikunjungi Saat Ramadan

Aprilita Sari • Minggu, 8 Maret 2026 | 13:30 WIB

MASJID BERSEJARAH: Masjid Kuno Tamanarum di Kecamatan Parang, Magetan ramai dikunjungi jamaah saat Ramadan. AJI PUTRA/RADAR MAGETAN
MASJID BERSEJARAH: Masjid Kuno Tamanarum di Kecamatan Parang, Magetan ramai dikunjungi jamaah saat Ramadan. AJI PUTRA/RADAR MAGETAN

Jawa Pos Radar Magetan – Masjid Kuno Tamanarum menjadi tujuan warga untuk beribadah selama Ramadan.

Masjid yang berada di Dusun Godean, Desa Tamanarum, Kecamatan Parang tersebut ramai dikunjungi jamaah dari berbagai daerah.

Bangunan tua yang masih terjaga membuat jamaah merasakan kekhusyukan tersendiri saat menunaikan ibadah.

Masjid tersebut didirikan pada 1840 M atau sekitar 186 tahun lalu.

Pendirinya adalah prajurit Pangeran Diponegoro, yakni Kyai Imam Nawawi bersama rekannya Mustarim, tidak lama setelah berakhirnya Perang Diponegoro.

Nama masjid tersebut juga telah beberapa kali berubah.

Mulai dari Masjid Godekan, Masjid At Taqwa, hingga akhirnya dikenal sebagai Masjid Kuno Tamanarum.

Seiring waktu, bangunan tersebut telah mengalami empat kali renovasi.

Pemugaran terakhir dilakukan oleh Balai Pelestari Peninggalan Purbakala Trowulan sekitar 1997.

Meski beberapa kali diperbaiki, bentuk asli bangunan tetap dipertahankan sehingga nilai sejarahnya masih terasa kuat.

Salah satu bagian yang masih asli hingga kini adalah empat tiang utama di dalam masjid.

Material kayu jati juga tetap dipertahankan pada sebagian besar bangunan.

Di kawasan masjid juga tersimpan sejumlah benda bersejarah, seperti manuskrip kitab kuno yang ditulis di atas kulit lembu tipis menyerupai kertas.

Selain itu terdapat kolam segaran, kolam air wudhu, serta bedug masjid dari kayu jati yang hingga kini masih digunakan.

Di sekitar masjid juga tumbuh pohon sawo tua yang menjadi salah satu penanda sejarah keberadaan bangunan tersebut.

Selain sebagai tempat ibadah, masjid ini juga menjadi bukti berkembangnya aktivitas keilmuan Islam pada masa lalu.

Hal itu terlihat dari sejumlah kitab kuno tulisan tangan karya Kiai Imam Nawawi yang masih tersimpan di lokasi.

Setiap hari masjid tersebut digunakan warga desa untuk menunaikan salat lima waktu.

Namun saat Ramadan jumlah jamaah meningkat karena banyak pengunjung dari luar daerah yang datang beribadah di masjid bersejarah tersebut. (ril/her)

Editor : Hengky Ristanto
#magetan #masjid kuno tamanarum #masjid peninggalan diponegoro #masjid bersejarah magetan #Parang Magetan #wisata religi Magetan