Jawa Pos Radar Magetan - Hujan yang mengguyur wilayah Magetan lebih dari tiga jam memicu tanah longsor di Kecamatan Poncol, Senin (9/3) sore.
Sedikitnya terdapat 10 titik longsoran yang terjadi di dua desa.
Kepala Pelaksana BPBD Magetan Eka Radityo mengatakan sembilan titik longsor terjadi di Desa Plangkrongan, sementara satu titik berada di Desa Genilangit.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 17.30 WIB setelah hujan turun dengan intensitas ringan hingga sedang dalam waktu cukup lama.
“Tanah longsor dipicu hujan yang berlangsung lebih dari tiga jam,” ujarnya.
Rumah Warga dan Jalan Desa Terdampak
Material longsor menyebabkan kerusakan pada sejumlah rumah warga dan infrastruktur jalan desa.
Salah satunya merusak pondasi dapur rumah milik Juri (40) warga RT 08 RW 02 Desa Plangkrongan.
Material longsoran juga menutup sekitar 30 persen badan jalan desa, sehingga sempat mengganggu akses kendaraan yang melintas.
Beberapa rumah warga lain yang terdampak antara lain milik Parlan (40), Sabar (70), Surat (58), Sujono (72), Tukimen (46), dan Indri (30). Longsor juga merusak kandang milik Sukatno (50).
Di Desa Genilangit, talud jalan usaha tani setinggi 3,5 meter dengan panjang sekitar 20 meter dilaporkan ikut longsor.
Meski menyebabkan kerusakan pada bangunan dan akses jalan, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini,” kata Eka.
BPBD menerima laporan kejadian dari Polsek Plaosan sekitar pukul 19.00 WIB.
Setelah itu, tim Pusdalops-PB dan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Magetan langsung menuju lokasi untuk melakukan asesmen.
Sebagai langkah awal mitigasi, petugas bersama warga memasang terpal pada area longsor untuk mencegah potensi longsor susulan.
BPBD juga berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk melakukan kerja bakti pembersihan material longsor bersama warga pada Selasa (10/3).
Penanganan kejadian ini melibatkan BPBD, TNI, Polri, pemerintah desa, serta masyarakat setempat.
BPBD Magetan mengimbau warga yang tinggal di kawasan rawan longsor agar meningkatkan kewaspadaan saat curah hujan tinggi.
“Masyarakat diminta menghindari aktivitas di sekitar lereng terjal saat maupun setelah hujan deras,” pungkasnya. (ril/her)
Editor : Hengky Ristanto