Jawa Pos Radar Madiun - Menjelang lonjakan kunjungan wisatawan pada libur Lebaran 1447 H, Pemerintah Kabupaten Magetan mengambil langkah tegas untuk menjaga citra pariwisata daerah.
Wakil Bupati Magetan, Suyatni Priasmoro, memberikan instruksi khusus kepada para pedagang di kawasan Wisata Telaga Sarangan agar tidak melakukan praktik "getok harga".
Praktik menaikkan harga secara tidak wajar secara sepihak sering kali mencuat dan viral di media sosial, yang dampaknya dinilai sangat merusak reputasi pariwisata Magetan secara keseluruhan.
Transparansi Harga: Kunci Perdagangan yang Adil
Kang Suyat, sapaan akrab Wakil Bupati, menekankan pentingnya pemasangan daftar harga yang jelas pada setiap menu atau produk yang dijual.
Dengan adanya daftar harga, mekanisme pasar akan berjalan secara transparan dan jujur.
"Mari kita perlakukan wisatawan dengan baik. Pasang daftar harga agar pembeli bisa menilai dan mempertimbangkan sebelum memesan. Jika transparan, maka akan adil bagi pedagang maupun pembeli," ujarnya.
Baca Juga: Pasar Legi Ponorogo Sepi Jelang Lebaran, Pedagang Kue Alami Penurunan Omzet 50 Persen
Dampak Viral yang Merugikan Citra Daerah
Wabup menyayangkan jika praktik getok harga yang biasanya hanya dilakukan oleh segelintir oknum pedagang, justru mencederai kerja keras pemerintah dan warga Magetan dalam mempromosikan wisata.
Praktik ini sering menjadi tren negatif di media sosial setiap musim libur panjang. Satu warung yang melakukan getok harga, dampaknya dirasakan oleh seluruh ekosistem wisata di Sarangan.
Wisatawan juga diminta aktif menanyakan harga terlebih dahulu sebelum melakukan transaksi untuk menghindari kesalahpahaman.
Baca Juga: 7 HP Huawei Terbaru 2026 dan Harganya: Spek Dewa Kamera XMAGE dari Seri P, Mate, hingga Mate X!
Menjaga Loyalitas Wisatawan
Pemkab Magetan menegaskan bahwa meski penentuan harga adalah kewenangan pelaku usaha, namun keterbukaan adalah kunci.
Wisatawan yang merasa dihargai dan tidak dicurangi cenderung akan kembali berkunjung (repeat visit) di masa mendatang.
"Saya rasa kalau semua pedagang kooperatif memasang harga, tidak akan ada lagi kesan wisatawan dirugikan. Ini demi masa depan pariwisata kita semua," pungkasnya. (ril/naz)
Editor : Mizan Ahsani